Oleh : Iis Syamsiah, S.Pd – Guru SMP Al Muslim

Perjalanan Yayasan Al Muslim menjelang 47 Tahun di bulan Maret ini. Usia yang dewasa, matang dan mapan untuk seorang manusia. Demikian juga Yayasan Al Muslim sebagai Lembaga Pendidikan, proses perjalanan dan perjuangannya telah menempanya. Kurun waktu yang tidak sebentar untuk dilalui dengan mudah. Bersimbahkan peluh yang tak membuatnya mengeluh, menahan lelah yang tak membuatnya goyah, mengatasi penghambat yang melecut semangat untuk menjadi Lembaga Pendidikan yang tangguh, unggul dan berkarakter.

Keberadaan Yayasan Al Muslim hingga menjelang 47 tahun, setengah waktunya  28 tahun aku membersamainya. Dari mulai menjadi murid SMK selama 3 tahun, hingga akhirnya aku menjadi guru di Al Muslim selama 25 tahun lebih. Berbagai memoar yang penuh cerita, suka dan duka, jatuh bangun menjadi fragmen kehidupan yang mewarnai perjalanan sepanjang perjuangan 47 Tahun Yayasan Al Muslim.

Masih nampak jelas dalam memoriku, tahun 1992 ketika aku bersekolah di SMEA Al Muslim unit satu-satunya di awal berdirinya. Sebuah sekolah yang sangat alami, asri, penuh kasih, akrab dan hangat. Itulah yang menjadi kesan pertamaku ketika langkah awal menapaki memasuki area lingkungan Yayasan Al Muslim. Hanya berdiri 2 bangunan 3 lantai, dan 2 buah asrama untuk putra dan putri. Selebihnya hanyalah kebun-kebun dengan aneka ragam pohon buah-buahan yang sangat rimbun dan lebat. Walaupun fasilitas terbatas, tetapi sungguh tempat yang nyaman untuk belajar dan bermain. Kesan positifku semakin bertambah ketika bertemu dengan guru-guru sejati yang  penuh dedikasi dan menyayangi sepenuh hati kepada siswa/inya tidak hanya saat belajar tapi ketika berinteraksi.. Keakraban siswa dan guru laksana keluarga, sekolah serasa rumah kedua yang hangat dan menyentuh hati. Mereka tidak hanya menyampaikan pelajaran di kelas, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan akhlak yang baik kepada para siswa. Mereka tekun dan istiqomah untuk membimbing siswa senantiasa menerapkannya hingga menjadi kebiasaan. Alhamdulillah berkat Allah yang Maha mengatur, melalui upaya para guru Al Muslim, siswa-siswi SMEA Al Muslim dikenal oleh masyarakat sebagai siswa yang percaya diri, disiplin, bertanggung jawab, kreatif dan kritis. Hal ini menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk bersekolah di Al Musim yang memperkuat perkembangan Yayasan Al Muslim.

Tahun 2000, kembali aku telusuri Yayasan Al Muslim, posisiku tak lagi menjadi siswa, tetapi sebagai guru. Sudah ada SD, SMP, TK, dan unit SMA yang memasuki tahun ke dua. Kebun-kebun yang luas sudah menyempit, berubah menjadi gedung-gedung dan fasilitas. Namun keasrian dan kehangatannya masih terasa. Semangat para guru senior dan pengurus Yayasan yang memiliki idealisme mewujudkan visi misinya menjadi lembaga pendidikan yang lulusannya dapat menjadi khalifatullah fil ard yang rahmatan lil “alaamiin masih tetap dipegang teguh. Kami saling bantu, saling menyemangati dalam berbagai upaya dan perjuangan. Pengurus memberi ruang untuk berkreativitas mengembangkan Yayasan dengan berbagai program dan kegiatan untuk mendorong ke arah tujuan yang sama. Keakraban, kebersamaan dan rasa kekeluargaan antar guru, karyawan, siswa dan orang tua menambah kehangatan dan kenyamanan. Membuatku bersyukur dan enggan untuk meninggalkan Yayasan Al Muslim dan tetap bertahan.

Seiring berjalannya waktu ditengah  persaingan yang tak terelakan, Yayasan Al Muslim kini telah berkembang menjadi lembaga pendidikan yang besar dan dipercaya oleh banyak masyarakat. Jumlah siswa yang dahulu hanya puluhan, kini telah berkembang menjadi ribuan. Lingkungan sekolah menjadi lebih tertata, fasilitas semakin lengkap, dan kualitas pendidikan terus ditingkatkan. Namun demikian, tidak membuat Yayasan menghentikan langkah untuk terus berbenah dan melakukan perbaikan. Perubahan zaman membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan. Teknologi berkembang dengan sangat cepat, dan sekolah dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. Menyadari hal ini, Yayasan Al Muslim sebagai lembaga pendidikan ini mulai melakukan berbagai inovasi, tidak hanya sekedar melengkapi fasilitas, namun juga sistem pembelajaran yang bertransformasi menjadi sekolah digital. Penggunaan teknologi informasi diperkenalkan secara bertahap dalam proses belajar mengajar. Penggunaan alat belajar berupa Tablet dan sistem LMS melalui perangkat Digislimic mulai diterapkan untuk memberikan kemudahan dan perbaikan sebagai upaya untuk menuju sekolah digital. Pencapaian yang luar biasa untuk usia 47 tahun. Bukan upaya yang mudah, tentu banyak keringat dari bara semangat. Banyak ide dan pemikiran yang dituangkan untuk melakukan perubahan. Banyak luka, duka dan pengorbanan dalam mengarungi perjuangan yang  telah dilakukan oleh guru, karyawan, pengurus, siswa, orang tua dan masyarakat yang tak boleh dilupakan. Pastinya atas izin Allah dan kasih sayangNya yang mengizinkan Yayasan Al Muslim dapat menjadi besar seperti sekarang. Marilah kita bersinergi dan menautkan hati, untuk saling memotivasi mewujudkan visi misi dan terus berprestasi. Semoga bersama Yayasan Al Muslim, kita dapat meraih  keberkahan, kebahagiaan, kesuksesan dunia dan akhirat. Bersyukur untuk semua pencapaian, dan terus melangkah untuk menggapai harapan. Aamiin ya Rabb.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *