Jam 07.30 pagi, gerbang PGTK Al Muslim Tambun Selatan sudah ramai. Hari ini bukan upacara Senin biasa. Spanduk besar terbentang: “Manasik Haji Cilik PGTK Al Muslim 2026 – Labbaik Allahumma Labbaik”.
Halaman sekolah sudah disulap. Lapangan upacara jadi “Masjidil Haram”. Di tengahnya berdiri Ka’bah setinggi 1,5 meter dari rangka kayu dililit kain hitam, lengkap dengan kiswah tulisan kaligrafi hasil karya Bu Guru. Di sudut ada banner “Bukit Shafa” dan “Bukit Marwah”. Tenda pramuka dipasang berjajar jadi “Tenda Mina”. Batu-batu kerikil sudah dikumpulin anak-anak di botol bekas, buat lempar jumrah nanti.
Rombongan Cilik Datang
Satu per satu anak Kelompok Bermain dan TK A-TK B turun dari mobil jemputan pakai ihram. Yang laki-laki lucu banget, handuk putih dewasa dililit jadi dua, ada yang kepalanya nongol peci biar nggak lepas. Yang perempuan kompak mukena putih, tasbih kayu melingkar di tangan. KID Card mereka hari ini bukan nama biasa, tapi: “Haji Zaidan”, “Hajjah Alifa”.
- Miqat di Gerbang “Dzul Hulaifah”
Ustazah Yuni sambut di gerbang yang ditempel tulisan “Dzul Hulaifah – Tambun”.
“Anak-anak soleh, kita mau masuk Mekkah. Baca niat dulu ya. Ikuti Umi: Labbaika Allahumma Hajjan.”
60 suara cempreng menirukan, ada yang kenceng banget, ada yang masih malu-malu. Kenzie TK A nyeletuk: “Umi, udah sah jadi haji?”
Ustazah Yuni ketawa: “Ini baru latihan, Sayang. Nanti kalau udah gede beneran ya.” - Thawaf Mengelilingi Ka’bah
Musik talbiyah diputar dari speaker. Anak-anak baris, yang paling depan pegang bendera kecil. Mereka jalan muterin Ka’bah 7 kali sambil komat-kamit “Allahu Akbar” tiap lewat sudut Hajar Aswad—tempelan kain hitam.
Di putaran ke-4, Alifa berhenti: “Umi, capek.”
Ustazah Lina langsung gandeng tangannya: “Capek itu pahala, kayak Mama sama Papa kalau haji beneran. Kuat ya?” Alifa ngangguk, lanjut jalan lagi. - Sa’i Lari-lari Kecil
Selesai thawaf, semua “lari-lari” dari Shafa ke Marwah. Jaraknya cuma 10 meter, tapi seru banget karena sambil bayangin Bunda Hajar cari air.
Tiba di “Marwah”, Umi Wida sudah nunggu pakai botol spray.
“Ini air zam-zam Tambun,” katanya sambil semprot-semprot ke muka anak-anak. Pada ketawa kegelian, ada yang mangap: “Umi, seger!” - Wukuf di “Padang Arafah”
Jam 09.00 semua duduk bersila di karpet hijau yang digelar di bawah pohon mangga—namanya hari ini Padang Arafah. Suasananya dibikin hening.
Ustazah Yuni bilang: “Sekarang waktunya berdoa. Minta apa aja sama Allah. Minta jadi anak soleh, minta Mama Papa sehat.”
Hening bentar, terus tiba-tiba Zaidan nangis sesenggukan: “Aku kangen Nenek…” Teman-temannya pada meluk. Wukuf paling syahdu se-Tambun. - Mabit & Lempar Jumrah
Anak-anak “tidur” 5 menit di tenda Mina sambil rebahan. Bangun tidur, ambil kerikil dari botol. Targetnya 3 tiang: Jumrah Ula, Wustha, Aqabah dari pipa paralon dicat.
“Bismillah, Allahu Akbar!” kerikil melayang. Ada yang meleset kena pot bunga, Ustazah cuma istighfar sambil senyum: “Nggak apa-apa, setannya udah kabur.” - Tahallul & Bagi Sertifikat
Terakhir, rambut anak laki-laki disisir “botak” pakai sikat, yang perempuan digunting ujung kerudungnya 1 cm sama Ustazah. Disemprot air: “Alhamdulillah, halal.”
Kepala PGTK Al Muslim, Bunda Henny, maju kasih sertifikat “Haji Cilik Al Muslim 2026” plus nasi kotak & air zam-zam asli oleh-oleh Bu Guru yang baru pulang umrah.
Kenzie angkat nasi kotak: “Umi, ini hadiah udah haji?”
“Iya, karena kamu udah hebat ikutin semua rukun haji. Nanti gede beneran ya sama Ayah Bunda.”
Jam 11.00 acara selesai. Ihram pada kucel, mukena pada basah, tapi pulang-pulang semua hafal urutan haji sambil nyanyi talbiyah. Wali murid yang nonton pada ngelus dada: “MasyaAllah, baru TK udah kenal Ka’bah.”
Nilai yang didapat anak PGTK Al Muslim dari manasik:
- Kognitif: Tahu urutan Miqat–Thawaf–Sa’i–Wukuf–Jumrah–Tahallul.
- Motorik: Jalan, lari kecil, melempar sesuai target.
- Sosial-Emosional: Antre, sabar, berbagi air, minta maaf di Arafah.
- Spiritual: Kenal Ka’bah, talbiyah, doa, cinta Rasulullah & Baitullah sejak dini.
Ini kenangan yang bikin mereka gampang nyambung nanti pas pelajaran haji di SD, dan insyaAllah jadi doa biar Allah panggil beneran ke Tanah Suci.
Mau sekalian aku bikinin rundown + list perlengkapan manasik versi PGTK biar tinggal pakai tahun depan?

