Aula Yayasan Al Muslim Tambun pagi itu beda. Karpet merah digelar, backdrop besar bertuliskan “Munaqosyah Al-Qur’an Metode Tilawati – Jilid 1 s.d Al-Qur’an, TPQ-TK-SD Al Muslim 2026”. Di meja depan sudah duduk 3 munaqisy: Ustaz dari Cabang Tilawati Bekasi, Ustazah Koordinator, dan Kepala Yayasan.
Anak-anak datang sejak jam 07.00, rapih pakai seragam Tilawati: baju putih, peci hitam untuk ikhwan, jilbab putih untuk akhwat. Di tangan mereka ada buku prestasi & Al-Qur’an kecil. Ada yang senyum pede, ada yang genggam tangan Bunda karena deg-degan.
- Pembukaan & Doa
MC Ustazah Rina buka acara: “Hari ini bukan ujian yang nakutin, tapi hari kita nunjukin cinta kita ke Al-Qur’an.”
Semua baca Al-Fatihah bareng. Wali murid duduk di belakang, pegang HP siap rekam. - Munaqosyah Jilid Dimulai
Nama pertama dipanggil: “Ananda Kenzie Atharrazka, munaqosyah Jilid 3.”
Kenzie TK B maju, salim ke munaqisy.
Ustaz Penguji: “Coba baca halaman 12, Kenzie. Ingat ya, pakai lagu Rost.”
Kenzie tarik napas, telunjuknya nunjuk huruf. “Ba-ta-tsa…” suaranya kecil tapi fasih. Nada Rost-nya naik-turun sesuai kode di buku Tilawati. Sesekali dia lirik Bu Guru di samping, dikasih senyum, lanjut lagi.
Selesai Jilid 3, lanjut tes hafalan surat pendek. “Sekarang surat Al-Ma’un.”
“Aro-aital ladzi yukadz-dzibu bid-diin…” Lancar sampai akhir. Munaqisy ngangguk, paraf buku prestasi.
- Giliran Jilid 5 & Al-Qur’an
Naik ke panggung, Alifa kelas 2 SD. Dia munaqosyah Jilid 5 + juz 30.
“Alifa, coba baca ayat ghorib halaman 40. Terus praktek waqaf di ‘ulaaika ‘alaa hudam mir-robbihim.”
Alifa baca pakai lagu Bayyati, berhenti tepat di tanda waqaf, napasnya diatur sesuai yang diajarin. Munaqisy tes sambung ayat QS. An-Naba. Alifa sambung dari “Amma yatasaa-aluun” sampai 10 ayat tanpa lihat. Tepuk tangan wali murid pecah. - Momen Haru
Giliran Zaidan, kelas 1 SD, munaqosyah Al-Qur’an. Dia dapat surat Ar-Rahman ayat 1-10, pakai lagu Nahawand. Di ayat ke-5 suaranya serak, lupa nada. Matanya berkaca-kaca.
Munaqisy senyum: “Tarik napas, Zaidan. Ingat, Allah nggak marah. Coba ulang.”
Bundanya di belakang komat-kamit doa. Zaidan ulang, nada ketemu, ayat lancar. Selesai baca, dia sujud syukur di tempat. Satu aula ikut “MasyaAllah”. - Penutupan & Syukuran
Jam 11.30 munaqosyah selesai. Kepala Yayasan, Bunda Henny, maju:
“Hari ini bukan soal lulus atau tidak. Tapi Allah udah lihat usaha ananda semua. Metode Tilawati ngajarin kita: baca Qur’an itu pakai rost, bayyati, hijaz, tapi yang paling penting pakai hati.”
Satu per satu anak maju ambil Syahadah Tilawati & mahkota wisuda dari kain. Yang lulus Jilid dapat pita biru, yang lulus Al-Qur’an dapat selempang & mahkota.
Kenzie lari ke Bundanya: “Bun, aku dapat pita! Kata Ustaz laguku udah kayak di Mekkah.”
Bundanya nangis: “Besok kita lanjut Jilid 4 ya, Nak.”
Acara tutup dengan makan tumpeng mini bareng. Di luar aula, wali murid pada bisik-bisik: “Pantesan anakku di rumah baca Iqro pakai nada-nada. Ternyata di Al Muslim diajarin Tilawati.”
Apa itu Munaqosyah Tilawati di Al Muslim Tambun?
- Tujuan: Uji publik bacaan + hafalan santri, standarisasi kualitas sesuai pakem Tilawati Pusat.
- Yang diuji:
- Fashohah: makhorijul huruf & sifat huruf
- Tajwid: hukum nun mati, mim mati, mad, waqaf ibtida
- Lagu: Rost, Bayyati, Hijaz, Nahawand, Sikah sesuai jilid
- Kelancaran & adab membaca
- Penguji: Munaqisy bersertifikat dari Tilawati Pusat, bukan guru harian, biar objektif.
- Hasil: Syahadah kenaikan jilid / syahadah Al-Qur’an, jadi motivasi anak + laporan ke wali murid.
Kenapa pakai Tilawati?
Karena di Yayasan Al Muslim, targetnya bukan cuma “bisa baca”, tapi “bisa baca bagus, benar, dan berlagu” sejak TK. Jadi pas SD mereka udah khatam metodologi dan tinggal lancar baca Al-Qur’an.

