Pada tanggal 20 Desember 2025, saya bersama rekan-rekan guru SD Al Muslim melaksanakan kegiatan rihlah dengan tema “Harmoni Guru SD Al Muslim”. Rihlah kali ini bertujuan ke dua tempat, yaitu Situ Bagendit dan Darajat Pass. Kegiatan ini dirancang sebagai momen penyegaran sekaligus penguatan kebersamaan setelah menjalani rutinitas mengajar yang padat. Dengan penuh antusias, kami berangkat menuju Garut, sebuah daerah yang terkenal dengan keindahan alam dan suasana sejuknya.
Perjalanan menuju Garut terasa menyenangkan. Sepanjang jalan, canda tawa mengiringi perjalanan kami. Sesekali terdengar cerita lucu, kenangan saat mengajar, hingga harapan-harapan sederhana tentang kebersamaan sebagai satu keluarga besar guru SD Al Muslim. Rasa lelah perjalanan seolah tidak terasa karena hati kami dipenuhi rasa gembira dan kebersamaan.
Sesampainya di Garut, kami melipir ke tempat pengrajin kulit, kulit sapi di olah ke berbagai kerajinan, dari mulai tas, sepatu, dompet, ikat pinggang, bahkan ada kerupuk kulit, yang pedagang di sana menyebutnya dorokdog. Setelah selesai berkeliling sambal berbelanja buah tangan, kami langsung menuju villa yang terletak di kawasan Situ Bagendit. Villa tersebut memberikan suasana yang tenang dan nyaman, dikelilingi udara segar serta pemandangan alam yang menyejukkan mata, karena villa kami tepat sekali di pinggir Situ Bagendit dengan pemandangan hamparan gunung yang indah. Hari pertama kami manfaatkan untuk berkegiatan bersama di area villa. Kebersamaan dimulai dengan melaksanakan salat berjamaah, yang semakin meneguhkan nilai spiritual dan rasa syukur atas kesempatan rihlah ini.
Suasana mulai berubah menjadi lebih khidmat dan mengharukan ketika kami mengadakan doa bersama untuk teman tercinta: dua rekan yang akan berangkat menunaikan ibadah umrah, dan satu rekan lainnya yang akan mengakhiri masa pengabdiannya karena resign. Dalam doa bersama itu, suasana terasa begitu haru. Doa-doa dipanjatkan dengan penuh keikhlasan, memohon kelancaran, kesehatan, dan keberkahan untuk teman yang akan berangkat ke Tanah Suci, serta memohon kebaikan dan kesuksesan untuk teman yang melangkah ke perjalanan hidup yang baru.
Beberapa mata tampak berkaca-kaca. Pelukan hangat dan kata-kata penuh doa mengiringi momen tersebut. Kami menyadari bahwa perpisahan adalah bagian dari kehidupan, namun kebersamaan dan kenangan yang telah terjalin akan selalu tersimpan di hati. Momen ini menjadi bukti bahwa ikatan kami bukan sekadar profesional, melainkan ikatan batin yang tulus.
Setelah itu, suasana villa dipenuhi gelak tawa. Kami bercanda gurau, berbincang santai, dan menikmati kebersamaan tanpa sekat jabatan maupun peran. Makan bersama menjadi salah satu momen yang paling hangat. Hidangan sederhana terasa istimewa karena dinikmati bersama-sama, penuh keakraban dan rasa kekeluargaan. Tidak berhenti di situ, acara tukar kado menjadi momen yang paling ditunggu. Dengan penuh rasa penasaran dan kegembiraan, kami saling memberikan hadiah sederhana namun penuh makna. Tawa, kejutan, dan rasa haru menyatu dalam suasana yang hangat.
Menjelang malam, kami mengadakan permainan gelinding botol yang menyenangkan, beberapa teman mendapatkan hadiah berupa uang, permainan tersebut berhasil mencairkan suasana dan mempererat hubungan antar guru. Karena malam makin larut, kami Kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Kami tidur dengan perasaan bahagia, hati yang ringan, dan senyum yang masih terukir.
Hari kedua pun tiba. Kami bangun pagi dengan perasaan segar dan penuh semangat. Pagi itu diawali dengan senam yang dipimpn Pak Sobari. Setelah itu menikmati sarapan bersama sambil memandangi hamparan gunung dan danau Situ Bagendut. Kami juga mengunjungi Danau Situ Bagendit. Keindahan danau yang tenang, air yang memantulkan cahaya pagi, serta udara sejuk menjadi pemandangan yang sangat menenangkan. Kami berjalan santai di sekitar danau, berfoto bersama, dan menikmati setiap momen kebersamaan yang terasa begitu berharga.
Destinasi selanjutnya di hari kedua adalah Darajat Pass, tempat pemandian air panas yang terkenal di Garut. Suasana di sana sangat ramai karena bertepatan dengan hari libur. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi kebahagiaan kami. Kami menikmati pemandangan pegunungan yang indah, udara sejuk yang berpadu dengan hangatnya air, serta kebersamaan yang semakin menguatkan ikatan di antara kami.
Di Darajat Pass, kami kembali merasakan betapa berharganya kebersamaan ini. Tidak hanya sebagai rekan kerja, tetapi sebagai keluarga besar yang saling mendukung, menguatkan, dan menginspirasi. Percakapan ringan, tawa lepas, dan kebersamaan yang tulus menjadi kenangan yang sulit dilupakan.
Sekitar pukul dua siang, kami bersiap untuk kembali pulang. Perjalanan pulang terasa panjang, namun tetap menyenangkan. Meski tubuh terasa lelah, hati kami dipenuhi rasa syukur dan kebahagiaan. Setiap momen selama rihlah ini menjadi kenangan indah yang akan selalu kami ingat.
Kami kembali ke rumah masing-masing dengan hati yang bahagia dan semangat baru. Rihlah “Harmoni Guru SD Al Muslim” bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, memperkuat rasa kebersamaan, dan menumbuhkan energi positif untuk kembali menjalani peran sebagai pendidik. Kegiatan ini meninggalkan kesan yang sangat mendalam, penuh kehangatan, dan menjadi cerita indah yang akan selalu tersimpan dalam ingatan kami.
#Guruhebat #SDalmuslim #yayasanalmuslimtambun


