
Lala bersiap untuk berangkat ke sekolah di pagi hari dengan penuh semangat, ketika sampai di sekolah ternyata kurangnya pepohonan atau tempat sampah di area sekitar sekolah. Banyak berserakan sampah plastik, botol minuman, dan sampah daun kering. Lala berinsiatif bersama teman-teman untuk menanam pohon dan menyediakan tempat sampah untuk menjaga lingkungan sekolah supaya bersih. Lala juga mengajak semua guru untuk menanam pohon dan menyediakan tempat sampah di beberapa tempat.
Keeskokan harinya, lala dan teman-teman menanam pohon di sekolah sebagai tanda kepedulian lingkungan yang di adakan oleh pihak sekolah. Lala sangat antusias sekali mengikuti kegiatan tersebut. “ akhirnya sekolah kita mengadakan kegiatan menanam pohon ya “ ujar lala kepada temannya yang bernama dinda, “ iya ya sekolah kita soalnya kurang sekali tanaman pohon jadi kalau siang hari terasa panas dan banyak debu di mana-mana” ujar dinda.
Pepatah mengatakan “ sedia payung sebelum hujan “ makna dari pepatah tersebut adalah di mana kita menjaga atau bersiap sebelum bencana dating akibat kerusakan lingkungan yang kita perbuat.
Hari demi hari sekolah SD Nagarawangi berubah menjadi sekolah yang indah, bersih, dan banyak pepohonan di mana-mana. Tempat sampah pun sudah banyak di beberapa titik untuk menjaga kebersihan sekolah. Lala pun terlihat senang sekali, karena hal kecil yang ia lakukan membawa dampak positif bagi lingkungan sekolah dan orang di sekitarnya. Kalau kita tidak menjaga kebersihan sejak dini akan berdampak negative bagi diri kita sendiri, di mana pun kita di tempatkan pasti akan membawa dampak yang negatif. Contohnya dengan membuang sampah sembarangan, itu sangat merugikan diri kita dan orang lain. Tapi kalau kita menjaga kebersihan sejak dini, dampaknya akan sangat bagus untuk kita dan sekitarnya. Contohnya membuang sampah pada tempatnya, jangan membuang sampah di kali atau sungai pasti akan bau dan kotor kalinya.
Menjaga kelestarian alam dan peduli terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama untuk menjamin kelangsungan hidup generasi yang akan mendatang. Contoh kerusakan lingkungan, kebarakan hutan yang merugikan hewan, tanaman, dan penduduk yang tinggal di tempat tersebut. Kesadara untuk merawat bumi bukan lagi sekedar pilihan melainkan sebuah kewajiban yang terus kita jaga, agar tetap konsisten dan seimbang supaya terhindar dari bencana.

Kecerdasan tidak hanya diukur dari seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki, tapi juga dari bijaknya seseorang yang menggunakan pengetahuan untuk kebaikan bersama agar lebih baik lagi. Mereka yang sadar dan peduli dengan lingkungan akan menunjukkan kecerdasan emosional dan spiritual mereka. Mereka juga mampu merasakan keterhubungan antara alam dan memiliki kesadaran bahawa tindakn kecil pun dapat membawa dampak yang sangat besar.
Di dunia Pendidikan, kecerdasan lingkungan menjadi salah satu factor yang penting bagi generasi sekolah. Sebab, anak-anak tidak hanya di ajarkan secara teori, tapi juga butuh keterampilan dalam menjaga kebersihan, menanam pohon, atau mengurangi plastic sekali pakai.
Kepedulian terhadap lingkungan juga tercemin dalam pemakaian energi. Salah satu contohnya denga menghemat listrik, dan air. Mereka yang cerdas tidak hanya memikirkan kenyamanan, tapi keberlanjutan sumber daya untuk kehidupan generasi yang akan datang. Sayangnya masih kurang di antara kita yang kurangnya kepedulian lingkungan, padahal orang yang mengabaikan kepedulian lingkungan sebenarnya menujukkan kurangnya kecerdasan dalam memandang kehidupan. Mereka gagal melihat hubungan sebab dan akibat antara kerusakan lingkungan dengan bercana alam. Kesimpulan dari artikel ini mengajarkan kita untuk lebih peka lagi terhadap lingkungan di sekitar. Jangan pura-pura tidak peduli pada lingkungan, karena kita hidup berdampingan dengan lingkungan di sekitar kita.
