Civic Education (Pendidikan Kewarganegaraan) merupakan hal yang sangat krusial dalam dunia pendidikan, hal demikian menjadi suatu hal yang sangat mendasar bagi pertumbuhan karakter murid, tentunya output yang diharapkan bagi murid diantaranya meliputi Civic Knowledge (pengetahuan kewarganegaraan), Civic Skill (keterampilan kewarganegaraan), dan Civic Disposition (karakter kewarganegaraan). Dalam hal demikian akan dijabarkan mengenai hubungan ketiganya dengan literasi digital murid. 

Civic Knowledge (Pengetahuan Kewarganegaraan)

Gambar 1. Proses penyampaian hasil diskusi

Pada proses dimensi Civic Knowledge, sebagai warga negara yang baik tentunya harus memiliki kemampuan untuk berwawasan mengenai hak dan kewajiban baik itu dalam proses pedagogik, lingkungan sekolah, bermasyarakat, dan bersosial media. Dengan masifnya perkembangan teknologi saat ini mudah sekali untuk mencari informasi dalam bentuk tulisan maupun konten. Hal demikian juga menjadi kemudahan bagi murid untuk mendapatkan informasi dengan mudah dan efisien, apalagi dengan adanya AI (kecerdasan buatan) yang menjadi penunjang besar dalam literatur murid. Pada era kini literasi digital merupakan aspek yang sangat penting untuk menunjang pengetahuan murid dan tidak ada larangan dalam proses pembelajaran bagi murid yang mencari informasi dari AI (kecerdasan buatan) selama sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sesuai dengan instruksi yang disampaikan oleh pendidik.

Hal demikian juga sangat membantu pendidik dalam mengimplementasikan dan memaksimalkan metode pembelajaran yang akan diterapkan. Dengan masifnya informasi yang beredar di media sosial menjadi penunjang bagi murid untuk menganalisis berita-berita terkini yang terjadi di berbagai daerah. Ini merupakan bentuk implementasi literasi digital yang sangat bermanfaat serta pendidik juga memberikan tuntunan dan pemahaman bagaimana mencari literatur yang kredibel serta tidak merupakan berita hoaks. Pada gambar diatas memperlihatkan murid mempresentasikan hasil diskusinya kepada teman-temanya terkait informasi yang didapatkan dari internet dan ini merupakan suatu bentuk pemahaman mendasar agar murid murid terbiasa menganalisis informasi secara meluas serta  orisinalitas informasi dapat dipertahankan. 

Civic Skill (Keterampilan Kewarganegaraan)

Gambar 2. Proses penayangan video menggunakan media TV

Sebagai warga negara yang baik tentunya harus memiliki keterampilan intelektual serta keterampilan partisipatif, hal ini merupakan hal yang sangat penting yang harus dimiliki oleh murid dalam proses pembelajaran apalagi dalam pembelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. Kenapa hal demikian perlu dimiliki oleh murid, dikarenakan dengan murid yang memiliki kemampuan berpikir kritis tentunya mampu menganalisis berita yang diperoleh dengan membedakan mana informasi yang kredibel dan mana informasi yang mengandung kebohongan sehingga murid mampu memecahkan contoh kasus permasalahan yang diberikan oleh guru. Pada proses pembelajaran yang sering dilaksanakan oleh penulis di kelas, kerap kali menceritakan isu-isu terbaru yang terjadi di negara ini kepada murid dan menanyakan bagaimana respon murid dalam mendengar berita tersebut.

Dalam proses diskusi dalam kelas intelektual ini, kerap kali penulis menemukan respon yang variatif, ada yang memberikan respon negatif dan ada juga yang memberikan respon positif, namun pentingnya literasi digital diterapkan dalam proses diskusi tersebut guru meminta murid untuk memverifikasi kebenaran berita tersebut dan setelah semuanya mengetahui lalu guru memberikan subjektivitasnya terkait pembahasan berita yang sedang didiskusikan bersama. Tidak menutup kemungkinan murid lebih mengetahui lebih detail terkait berita tersebut dikarenakan beritanya sering muncul pada media sosial mereka dan murid tertarik untuk menggali informasi terkait berita yang sedang viral tersebut. 

Civic Disposition (Karakter Kewarganegaraan)

Gambar 3. Murid yang menyimak penjelasan materi

Karakter merupakan hal sangat penting dikarenakan suatu bentuk kesadaran dan kemauan dalam bertindak dan mempertanggung jawabkan atas pengetahuan yang telah didapatkan, karakter terbentuk dari budaya dan budaya merupakan implementasi dari karakter yang ditanamkan. Pada gambar diatas menunjukkan bahwasanya murid yang memperhatikan materi ajar adalah bentuk implementasi dari karakter yang baik, pada proses pembentukan karakter tentunya bukan waktu yang singkat namun perlu konsistensi bagi guru sebagai subjek dan murid sebagai objek pembentukan karakter itu sendiri. Tentunya dengan menayangkan video edukasi atau sumber literasi lainnya dapat memberikan stimulus baik bagi murid dalam pembentukan sifat integritas pada dirinya.

Dengan demikian tiga aspek penting diatas sangat berguna bagi perkembangan murid, karakter yang meliputi sikap kejujuran, toleransi, disiplin, kepedulian sosial antar sesama, dan loyalitas terhadap tanah air menjadi pondasi bagi murid untuk menjadi warga negara yang baik. Namun yang menjadi permasalahan saat ini yaitu bagaimana anak indonesia mengalami degradasi literasi, buku-buku konvensional terkesan tidak menjadi kebutuhan dalam menambah keilmuan, namun dengan banyaknya informasi yang beredar di media sosial dan artikel ilmiah diharapkan murid dapat memaksimalkan budaya literasi digital. sangat disayangkan sekali murid tidak menyukai keduanya dan justru terlena dengan konten-konten yang tidak bermanfaat. 

Kreativitas dan inovasi guru juga sangat penting dalam proses pembelajaran, dikarenakan dengan kompleksnya kondisi pendidikan saat ini menuntut pendidik menerapkan metode pembelajaran yang disukai dan disenangi oleh murid sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dan memberikan hasil yang maksimal. Tentunya kreativitas tersebut tidak bisa terlepas dari teknologi yang ada, namun perlu dipahami bahwasanya tidak seluruh cara-cara konvensional itu tidak baik dan sebagai pendidik yang harus dilakukan yaitu bagaimana cara konvensional dan cara kekinian dapat berjalan beriringan dengan baik. Serta setelahnya sangat diharapkan murid sebagai generasi penerus bangsa dapat selalu menjadi insan yang Smart and Good Citizen.

Penulis; M. Aris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *