Bahasa adalah salah satu bagian penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Melalui Bahasa, anak dapat berkomunikasi, menyampaikan ide, mengungkapkan perasaan, serta memahami lingkungan di sekitarnya. Bahasa Indonesia adalah Bahasa persatuan yang memiliki peran penting dalam menumbuhkan rasa kebersamaan dan cinta terhadap bangsa sejak usia dini.
Pada jenjang taman kanak-kanak khususnya kelompok B , pengenalan Bahasa dan literasi lebih tepat di kembangkan melalui kegiatan yang menyenangkan, bermakna, kreatif dan sesuai tahap perkembangannya. Melalui kegiatan bermain, bercerita, bernyanyi, berdiskusi, mengenal huruf, membuat hasil karya dan bermain peran, anak dapat belajar menggunakan bahasa untuk berkomunikasi serta mengenal lingkungannya baik di sekolah atau di rumah. Budaya literasi perlu di bangun sejak usia dini tidak terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi mencakup kemampuan menyimak, berbicara, memahami gambar, mengenal symbol, menyampaikan gagasan dan dapat berkomunikasi dengan orang lain.
Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang kaya literasi. Ruang kelas di lengkapi buku cerita, kartu huruf, kartu kata, gambar, poster dan hasil karya anak. Dengan demikian anak memperoleh pengalaman bahwa Bahasa merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Pembelajaran kreatif dapat membuat kegiatan literasi menjadi lebih menarik bagi anak, karena kegiatan di kemas dalam bentuk permainan dan pengalaman langsung.
Beberapa kegiatan yang di lakukan adalah : Bercakap-cakap dengan kalimat yang sederhana, tentang Bahasa yang di gunakan sehari-hari, anak dapat menyebutkan nama diri, nama teman, nama benda di kelas serta kata-kata sederhana dalam Bahasa Indonesia. Kegiatan ini dapat mengembangkan kemampuan menyimak, berbicara dan mengungkapkan pendapat. Guru dapat membacakan buku cerita, anak menyimak gambar , nama tokoh dan mendengarkan jalan cerita kemudian anak dapat menceritakan nya Kembali, kegiatan ini dapat di lakukan secara interaktif. Guru juga memberikan kesempatan pada anak untuk bertanya dan menyampaikan pendapat. Anak dapat menggambar dan menuliskan kata pada gambar tersebut sesuai kemampuannya. Guru memberikan pendampingan tanpa menuntut semua anak menghasilkan tulisan yang sama. Bernyanyi dan baca puisi, membuat anak belajar Bahasa melalui irama, dan ekspresi sehingga kegiatan literasi terasa menyenangkan. Bermain peran, anak-anak dapat bermain peran menjadi berbagai tokoh yang hidup bersama dalam satu lingkungan. Mereka belajar menyapa, perkenalan, meminta bantuan , mengucapkan terimakasih, dan bekerjasama menggunakan Bahasa yang sederhana. Kegiatan ini dapat mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus menghargai dan peduli kepada orang lain.
Peran guru bukan hanya sebagai pemberi informasi, tetapi juga sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar yang kaya Bahasa dan literasi. Guru perlu menjadi contoh yang baik dalam menggunakan Bahasa yang baik, mengajak berdiskusi, mendengarkan cerita anak, dan mengapresiasi setiap usaha yang di lakukan anak. Dalam pembelajaran kreatif, guru juga perlu memberikan kesempatan pada anak untuk memilih, mencoba dan menghasilkan karya sesuai kemampuannya. Perbedaan kemampuan literasi merupakan hal yang wajar sehingga guru perlu menerapkan pembelajaran fleksibel dan berdiferensiasi.
Literasi pada anak TK bukan tentang seberapa cepat anak dapat membaca atau menulis, literasi adalah tentang bagaimana anak mulai mencintai buku, senang bercerita, berani berbicara, mampu menyimak, mengenal symbol dan menggunakan Bahasa untuk memahami serta berinteraksi dengan dunia di sekitarnya. Dengan guru yang kreatif dan lingkungan belajar yang kaya literasi, kegiatan sederhana dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Dari Usia dini budaya literasi dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang akan mendukung perkembangan anak sebagai pembelajar sejati.
