Pendidikan berwawasan lingkungan atau green education kini menjadi pilar penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan menyatu dengan alam, Anak Usia Dini dapat belajar memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Salah satu cara paling efektif dan mudah diterapkan adalah mengenalkan pilar utama alam, yaitu tumbuhan dan hewan, melalui kegiatan langsung menanam biji bayam.

Mengapa Bayam? Bayam merupakan pilihan tanaman yang tepat untuk anak PAUD. Biji bayam berukuran kecil namun tangguh, mudah didapat, serta memiliki masa tumbuh yang relatif singkat. Dalam waktu 3 hingga 5 hari, benih bayam sudah mulai berkecambah, dan dalam 3–4 minggu anak-anak sudah bisa melihat hasilnya. Proses tumbuh yang cepat ini sangat cocok dengan tingkat kesabaran anak usia dini, memberikan dorongan rasa ingin tahu yang tinggi setiap harinya.

Sebelum kegiatan menanam di mulai , bu guru memberikan penjelasan tentang menanam, Adapun Langkah-Langkah Kegiatan Menanam Bersama di kebun PGTK Al Muslim :

Kegiatan menanam ini dirancang bukan sekadar sebagai tugas praktis, melainkan pengalaman sensori yang kaya belajar.  Sebelum menanam, ajak anak menyentuh dan merasakan tekstur tanah atau pupuk kompos. Berikan wadah kecil . Langkah ini melatih motorik halus dan keberanian anak untuk berinteraksi langsung dengan alam. Guru mengenal kan peralatan apa saja yang di gunakan untuk menanam, selain tanah sebagai media tanam ada juga sekop, teko penyiram dan bibit bayam yang akan di tanam.

Menabur Biji Bayam dengan Penuh Kasih

     Bu guru membagikan bibit bayam yang akan di tanam, Anak-anak diajak memegang dengan tangannya untuk merasakan tekstur dari bibit tersebut, lalu sebelum menanam kita berdoa bersama-sama memohon kepada Allah SWT untuk kesuburan tanaman, agar tanaman bayam tumbuh subur dan hasilnya bagus. Setelah itu barulah anak-anak menaburkannya secara perlahan di atas tanah, lalu menyiramnya.

  Menyiram dan Merawat

Setiap pagi, ajak anak menyiram tanaman mereka sendiri. Momen ini menanamkan rasa tanggung jawab dan disiplin harian. Mereka menyiram dengan teko penyiram, menyiram tanaman sudah menjadi habit yang ada di sekolah, bu guru menjadwalkan piket menyiram dan terus memotivasi anak agar piket menyiram secara bergantian, menyiram adalah salah satu cara merawat tanaman. Anak-anak belajar secara kontekstual bahwa tumbuhan adalah makhluk hidup yang membutuhkan air, tanah, dan sinar matahari untuk tumbuh. Mereka menyaksikan langsung siklus hidup dari benih kecil menjadi daun bayam yang hijau dan kaya nutrisi.Anak belajar menyayangi sesama makhluk hidup (tumbuhan dan hewan) sejak kecil. Dan menumbuhkan Empati dan Kepedulianini juga merupakan  wujud rasa syukur kita kepada Allah. Ketika tanaman bayam siap dipanen, anak-anak akan merasa bangga dan lebih bersemangat untuk mengonsumsi sayuran hasil tanamannya sendiri.

Kegiatan menanam biji bayam sederhana ini membawa dampak besar bagi fondasi green education anak usia dini. Dengan menyentuh tanah, merawat tumbuhan, dan mengamati hewan-hewan kecil di sekitarnya, anak-anak tidak hanya belajar sains secara nyata, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap kelestarian bumi sejak langkah awal mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *