Rabu, 30 September 2026, Perpustakaan Bustanul Ilmi SD Al Muslim mengadakan kegiatan Readathon. Pagi itu suasana SD Al Muslim tampak berbeda. Lapangan depan sekolah, tepatnya di Taman Baca SD Al Muslim, dipenuhi siswa kelas 3 dan 4 yang siap mengikuti kegiatan Readathon. Para siswa siswi membawa buku cerita yang beranekaragam judulnya. Wajah ceria dan semangat para siswa menambah suasana hangat pagi itu. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah untuk menumbuhkan budaya literasi melalui pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.
Kegiatan Readathon kali ini terasa istimewa karena menghadirkan Duta Baca Kabupaten Bekasi, yaitu Kak Cinta Armiyanti. Kehadirannya diharapkan dapat menginspirasi siswa agar semakin gemar membaca dan berani membagikan pengetahuan kepada orang lain. Seluruh siswa kelas 3 dan 4 mengikuti kegiatan dengan didampingi wali kelas serta guru bidang studi yang mengajar di kelas tersebut. Mereka berkumpul di taman baca untuk merayakan kecintaan terhadap buku dan bahasa Indonesia.
Acara dipandu oleh dua pembawa acara cilik, Khailyla dan Mikha. Dengan suara lantang dan penuh percaya diri, keduanya menyapa para peserta. Mereka mengajak teman-teman untuk mengikuti kegiatan dengan tertib dan gembira. Pembukaan berlangsung meriah. Siswa menyambut setiap rangkaian acara dengan tepuk tangan dan senyuman.
Suasana semakin semarak ketika Pustakawan Cilik menampilkan tarian. Tarian tersebut berjudul Laskar Pelangi. Gerakan yang kompak dan penuh semangat membuat para peserta terpukau. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa literasi dapat dipadukan dengan seni dan kreativitas. Anak-anak tidak hanya belajar melalui buku, tetapi juga melalui gerak, musik, dan pengalaman bersama.

Setelah penampilan tari, Kepala SD Al Muslim, Bu Sri Andriyani, S.H., M.Pd., menyampaikan sambutan. Beliau mengapresiasi semangat siswa dan guru dalam mendukung kegiatan literasi sekolah. Beliau mengingatkan bahwa membaca merupakan kebiasaan penting yang dapat membuka wawasan dan membantu siswa memahami dunia.
Siswa menyimak sambutan dengan penuh perhatian. Mereka memahami bahwa kebiasaan membaca perlu dibangun sejak dini. Melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara rutin, kecintaan terhadap buku dapat tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Acara dilanjutkan dengan sesi inspirasi bersama Kak Cinta, Duta Baca Kabupaten Bekasi. Dengan gaya yang ramah dan menarik, Kak Cinta berbagi pengalaman tentang pentingnya membaca. Ia menjelaskan bahwa buku menyimpan banyak cerita, pengetahuan, dan gagasan yang dapat membantu anak-anak meraih cita-cita.
Kak Cinta juga mengajak siswa untuk tidak merasa malu ketika menyampaikan pendapat. Menurutnya, membaca akan semakin bermakna jika siswa mampu menceritakan kembali informasi yang diperoleh. Ia memberikan motivasi agar setiap anak berani mencoba, meskipun masih merasa takut dan gugup.
“Tidak perlu takut salah saat bercerita. Mulailah dari hal sederhana. Ceritakan buku yang kalian sukai kepada teman atau keluarga,” ajak Kak Cinta.
Pesan tersebut disambut antusias. Beberapa siswa mulai mengangkat tangan dan menyampaikan buku yang mereka gemari. Mereka tampak ingin segera mengikuti kegiatan berikutnya.
Saatnya Readathon membaca bersama. Siswa membaca buku yang mereka bawa. Ada yang membaca cerita rakyat, kisah persahabatan, buku pengetahuan, dan cerita bergambar. Mereka duduk dengan nyaman sambil membuka halaman demi halaman.
Meskipun suasana panas akan tetapi siswa semangat membaca. Setiap siswa larut dalam cerita yang dibacanya. Guru mendampingi dan membantu siswa yang membutuhkan arahan. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menikmati bacaan sesuai minat dan kemampuan masing-masing.Setiap siswa diberi kartu baca untuk mengisi judul buku, penulis, tokoh, penerbit dan inti cerita dari buku tersebut.
Setelah membaca, kegiatan berlanjut ke sesi Book Talk. Inilah salah satu momen yang paling dinantikan. Ada 4 perwakilan siswa maju ke panggung untuk menceritakan hasil bacaannya. Mereka menyampaikan judul buku, tokoh yang disukai, isi cerita, serta pesan yang diperoleh.
Awalnya, beberapa siswa terlihat gugup dan tidak percaya diri. Namun, dukungan teman-teman dan guru membuat mereka semakin percaya diri. Seorang siswa menceritakan kisah persahabatan yang mengajarkan pentingnya saling membantu. Siswa lainnya membagikan cerita tentang keberanian menghadapi tantangan.
Kak Cinta mendengarkan setiap cerita dengan penuh perhatian. Ia memberikan apresiasi atas keberanian siswa yang tampil. Para peserta yang telah berbagi cerita juga mendapatkan hadiah dari Kak Cinta. Hadiah tersebut menjadi bentuk penghargaan atas usaha mereka dalam membaca dan menyampaikan hasil bacaan.
Tepuk tangan terdengar meriah. Siswa yang tampil merasa bangga, sedangkan teman-temannya semakin termotivasi untuk mencoba. Mereka belajar bahwa membaca tidak berhenti pada memahami isi buku. Membaca juga dapat melatih kemampuan berbicara, menyusun gagasan, dan menghargai pendapat orang lain.

Berikutnya, seluruh peserta mengikuti Janji Sahabat Buku. Dengan penuh semangat, siswa berjanji untuk menyayangi buku, menjaga kebersihan dan kerapian buku, membaca dengan tekun, serta berbagi cerita kepada teman. Janji tersebut menjadi pengingat bahwa buku adalah sahabat yang perlu dirawat dan dihargai.
Kegiatan dilanjutkan dengan apresiasi dan foto bersama. Siswa, guru, Kak Cinta, serta Pustakawan Cilik mengabadikan momen kebersamaan di taman baca. Senyum dan kebahagiaan terpancar dari wajah mereka. Kegiatan kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara.
Readathon pada 30 September 2026 menjadi pengalaman literasi yang berkesan bagi siswa kelas 3 dan 4 SD Al Muslim. Melalui membaca bersama, Book Talk, inspirasi dari Duta Baca Bekasi, dan janji sahabat buku, siswa belajar bahwa literasi dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan.
Kegiatan ini juga menumbuhkan keberanian untuk membaca,dan berbicara. Setiap buku yang dibaca membuka wawasan baru. Setiap cerita yang dibagikan mempererat persahabatan. Setiap keberanian untuk tampil menjadi langkah kecil menuju generasi yang cerdas, percaya diri, dan cinta literasi.
Panggung literasi bukan sekadar tempat untuk bercerita. Panggung ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menemukan suara, mengembangkan gagasan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia. Dari taman baca dan perpustakaan Bustanul Ilmi SD Al Muslim, semangat literasi siswa SD Al Muslim : berani membaca, berani berkarya, dan berani berbicara. Salam Literasi.
