Sari Wulan

Ramadan bulan mulia seluruh umat muslim di dunia menjalankan ibadah puasa. Ketika menjalankan ibadah puasa ada yang merasa senang adapula yang berusaha berjuang untuk menjalankan nya dengan senang karena beberapa faktor, diantaranya ada yang baru belajar berpuasa. Sehingga betul betul butuh proses menjalankannya.

Seperti suasana pagi hari di bulan Ramadan di sekolah SD Al muslim tepatnya di kelas 3 SD terasa berbeda. Wajah wajah kecil itu tampak lebih tenang, meski sebagian masih menahan rasa haus dan lapar. Mereka adalah anak anak yang sedang belajar berpuasa. Bagi mereka, puasa bukan hanya ibadah, tetapi juga perjalanaan belajar tenytang kesabarn, keikhlasan, dan kebahagiaan dalam kebaikan.

Di kelas, guru mengajak anak anak mengisi waktu dengan kegiatan positif agar puasa terasa ringan. Kalau kita sibuk dengan hal hal baik in syaa Allah puasanya terasa lebih mudah, ujar guru dengan senyum hangat.  

Hari itu, anak anak berkreasi membuat karya bertema Ramadan. Ada yang mewarnai kaligrafi, ada yang menghias bentuk bintang, adapula yang menulis pesan kebaikan. Tangan tangan kecil bergerak penuh semangat. Mereka saling membantu memilih warna, saling meminjam akat tulis, dan saling menyemangati.

Kenzi, salah satu siswa, awalnya mengeluh lapar. Namun setelah mewarnai, ia tenggelam dalam kegiatannya. Bu, ternyata gak terasa ya puasanya katanya polos.

Guru tersenyum, memahami bahwa kesibukan dalam kebaikan mengalihkan rasa tidak nyaman menjadi rasa senang. Disudut kelas, Mikha dan teman temannya berdiskusi tentang arti sabar. Mereka belajar bahwa puasa melatih diri untuk menahaan emosi, berkata baik, dan menghargai orang lain. Setiap anak mencoba mempraktikkan akhlak mulia itu dalam kegiatan sehari hari di sekolah.

Bagi anak kelas bawah, belajar puasa adalah proses bertahap. Ada yang puasa setengah hari, berbuka siang, lalu melanjutkan kembali hingga magrib. Guru selalu menanamkan bahwa usaha kecil yang dilakukan dengan hati ikhlas adalah langkah besar menuju kebiasaan baik.

Selain berkreasi, anak anaak juga diajak berbagi. Mereka menyiapkan kartu ucapan sederhana untuk diberikan kepada teman dan keluarga. Dari kegiatan kecil itu, tumbuh rasa empati dan kepedulian. Mereka belajar bahwa kebahagiaan tidak hanya dirasakan sendiri, tetapi juga dibagikan.

Menjelang waktu pulang, karya karya mereka dipajang di kelas. Wajah anak anak bersinar bangga. Mereka merasa puas bukan karena makanan, tetapi karena telah mengisi hari dengan kebaikan. Puasa tidak lagi terasa berat, melainkan menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Ramadan di sekolah menjadi ruang pembelajaran yang hidup. Anak anak belajar bahwa kesabaran bisa dilatih, hati bisa dibuat tenang, dan kebahagiaan bisa tumbuh dari kegiatan positif.  Berpuasa bukan sekedar menahan lapar, tetapi juga membentuk karakter yang kuat dan akhlak yang indah.

Maa syaa Allah, dari langkah kecil anak anak kelas 3 ini, terlihat betapa indahnya semangat belajar puasa sejak dini. Dengan hati yang sabar dan jiwa yang ceria, mereka menjalani ibadah dengan penuh kegembiraan.

Berpuasa dengan hepi bukanlah hal  yang mustahil. Ketika waktu diisi dengan kebaikan, kreativitas, dan kebersamaan, puasa menjadi perjalanan yang ringan dan penuh makna. Di sekolah, anak anak yang tidak hanya belajar ilmu, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang sabar, peduli, dan berhati senang.

Berpuasa dengan hati gembira membuat puasa terasa ringan dan diisi dengan kegiatan positif menjadikan ibadah puasa penuh warna dan manfaat. Semoga di bulan Ramadan ini banyak pembelajaran yang kita dapat untuk menjadi diri yang berakhlakul karimah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *