Apabila berbicara tentang pendidikan, yang terbayang di benak kita adalah sebuah ruangan kelas yang didalamnya ada guru, siswa dan perangkat belajar lainnya. Tentu itu tidak salah karena pendidikan identik dengan sekolah.

        Konteks pendidikan yang lebih luas adalah tidak hanya bertujuan mencetak anak didik yang pintar secara intelektual, tapi juga membentuk karakter dan akhlak mulia. Pada situasi perkembangan zaman yang begtiu pesat dengan kemajuan teknologi dan digitalisasi, hal itu  mempengaruhi mental anak-anak sangat kompleks. Karena itu peran guru amat penting sebagai pendidik yang hanya mentransfer ilmu pengetahuan tapi juga harus dapat menanamkan nilai-nilai moral dan etika. Disinilah peran guru yang memiliki posisi strategis  dalam membentuk akhlak mulia siswa melalui  keteladanan, pembiasaan dan bimbingan yang berkesinambungan.

      Apa yang harus dilakukan guru dalam upaya membantuk akhlak dan karakter siswa yang mulia? Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan guru, diantaranya adalah:

  1. Guru sebagai contoh dan teladan.

Ada peribahasa “Guru itu digugu dan ditiru”. Sikap, perilaku dan tutur  kata guru akan menjadi contoh  nyata bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan yang ditunjukan guru, seperti kedisiplinan, kejujuran, taggung jawab dan rasa hormat terhadap sesama, secara tidak langsung akan membentuk karakter siswa. Ketika guru mampu menempilkan akhlak yang baik, siswa akan lebih udah  meniru dan menerapkannya dalam kehidupan  mereka sehari-hari.

  • Guru sebagai pembimbing dan pendidik moral

Guru adalah salah satu sumber belajar yang tugasnya mentransfer ilmu. Selain sebagai pengakar, guru juga berperan sebagai pembimbing yang mengarahkan siswa untuk mengetahui perilaku yang baik dan yang buruk.

Dalam proses pembelajaran, guru dapat menanamkan nilai-nilai kebaikan dan akhlak mulia. Nilai-nilai kebailan dapat dimasukan dalam setiap pelajaran, bukan hanya dalam mata pelajaran Agama, Budi Pekerti atau PkN saja. Jadi pembinaan akhlak  iterintegrasi dalam setiap mata pelajaran. Dengan memberikan nasihat, motivasi serta pembinaan yang tepat, guru membantu siswa memahami pentingnya berperilaku sesuai dengan norma agama, sosial dan budaya.

  •  Guru menciptakan lingkungan pendidikan yang berakhlak            

                Karakter seseorang selain dipangaruhi oeleh keluarga, juga tidak terlepas dari  lingkungan di sekitarnya. Lingkungan sekolah yang kondusif sangat berpengaruh terhadap pembentukan akhlak siswa. Dalam proses pembelajaran, guru dapat berperan aktif untuk menciptaka suasana belajar yang  penuh dengan nilai- nilai positif. Seperti saling menghargai, toleransi, kerjasama dan empati.  Budaya disiplin yang diterapkan sekolah jiga akan membuat siswa terbiasa untuk berperilaku baik di sekolah ataupun di rumah.

  • Kerjasama guru dan orang tua

      Karakter atau akhlak seorang anak yang pertama membentuknya adalah di lingkungan keluarga. Dalam hal ini penting bagi guru untuk menjalin kerjasama dengan orang tua. Agar pendidikan dan bimbingan akhlak di sekolah dapat berkesinambungan diterapkan di rumah. Dengan komunikasi yang baik antara guru dengan orang tua, nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah dapat diperkuat dilingkungan keluarga.

  • Bulan Ramadhan sebagai momentum dalam memenanamkan akhlak mulia.

      Dalam ajaran Islam, bulan Ramadhan adalah saat yang tepat dalam meningkatkan pembinaan akhlak dan karakter anak. Karena dalasm beruasaada nilai-nilai yang langsung berkaitan dengan pendidikan akhlak. Diantaranya: melatih kesabaran, disiplin, empati dengan sesama, kebiasaan berbagi dan keinginan untuk meningkatkan amal ibadah karena mendapatkan kebaikan serta pahala yang berlipat ganda di bulan suci ramadhan.

Penutup

      Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa guru mempunyai peran penting dalam membimbing dan membina akhlak siswa. Guru bukan hanya sebagai mengajar dan menyampaikan materi tapi juga sebagai pendidik teladan, pembimbing serta dapat menciptakan lingungan pembelajaran yang berkarakter. Dengan kemampuan tersebut, diharapkan siswa bukan hanya menjadi manusia yang cerdas secara intelektual, tapi juga menjadi insan yang berkahlak mulia. Upaya guru dapat lebih maksimal dengan adanya momen bulan Ramadhan. Saat bulan Ramadhan sebagai waktu yang tepat untuk lebih meningkatkan bimbingan akhlak dan karakter siswa. Semoga hal ini akan menjadi bekal di masa yang akan datang dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *