Pada hari Jumat, 6 Februari 2026, Kelas Bilal melaksanakan kegiatan leadership yang terintegrasi dengan tema pembelajaran minggu tersebut, yaitu Makanan Sehat dan Bergizi. Kegiatan yang dilakukan adalah membuat jus buah bersama menggunakan buah semangka, melon, dan kedondong yang di panen di kebun sekolah.

Pada saat apersepsi dan sesi tanya jawab, salah satu ananda menyampaikan bahwa biji buah dapat tumbuh jika ditanam. Pernyataan tersebut langsung disambut antusias oleh teman-temannya yang mengusulkan agar biji buah yang digunakan untuk membuat jus ditanam bersama. Awalnya anak-anak berencana menanam semua biji dari buah yang digunakan, namun saat proses berlangsung diketahui bahwa buah semangka dan kedondong yang digunakan tidak memiliki biji. Akhirnya, anak-anak sepakat untuk menanam biji melon setelah kegiatan membuat jus selesai.

Kami menyepakati untuk membagi peran dan tugas. Ada yang membawa biji melon ke tempat wudhu untuk dicuci, ada yang mencuci biji, mencari tisu, baskom, serta piring untuk media penyemaian. Pada tahap ini, anak-anak menunjukkan kemampuan bekerja sama.

Terdapat dua metode penyemaian yang dilakukan:

  1. Menggunakan tisu yang dibasahi tanpa ditutup plastik.
  2. Menggunakan tisu yang dibasahi, kemudian ditutup plastik dan disimpan di tempat tertutup.

Pada hari Rabu, 11 Februari 2026, anak-anak melakukan pengamatan terhadap perkembangan biji melon. Alhamdulillah, beberapa biji telah berkecambah. Anak-anak pun sepakat untuk memindahkan kecambah tersebut ke media tanam lain, yaitu tanah dan media hidroponik, pada keesokan harinya.

Sebelum pemindahan dilakukan, anak-anak terlebih dahulu mengamati perbedaan hasil dari kedua metode penyemaian. Mereka menemukan bahwa biji yang disemai dengan metode ditutup plastik memiliki tingkat pertumbuhan lebih banyak dan kecambah yang lebih panjang dibandingkan dengan metode tanpa penutup plastik. Proses ini menjadi pengalaman belajar sains sederhana yang bermakna bagi anak-anak.

Saat proses pemindahan ke media tanam, anak-anak kembali bekerja sama. Mereka menanam dengan penuh semangat dan bahkan mendoakan tanaman mereka. Ada yang berkata, “Cepat tumbuh ya,” ada pula yang berkata, “Subur dan berbuah ya.” Anak-anak juga secara bergantian menyiram tanaman setiap pagi dengan penuh tanggung jawab. Beberapa hari kemudian, tanaman melon mulai tumbuh dan memiliki beberapa helai daun. Pada hari Rabu, 25 Februari 2026, anak-anak melakukan pengamatan lanjutan sekaligus membuat jurnal mini tentang tanaman melon. Mereka memilih tanaman yang akan diamati, menghitung jumlah daun, mengukur tinggi tanaman, serta menggambarnya. Ada yang mengukur menggunakan jari sebagai alat ukur sederhana, dan ada pula yang menggunakan alat ukur yang tersedia. Anak-anak terlihat sangat antusias dan menikmati proses belajar tersebut.

Dalam pengamatan selanjutnya, anak-anak menemukan bahwa tanaman yang ditanam menggunakan media hidroponik telah tumbuh lebih besar dan perlu dipindahkan ke media tanah dan mengganti bibit lain. Setelah berdiskusi bersama, mereka sepakat untuk memindahkannya pada hari berikutnya. Pada pengamatan berikutnya, anak-anak kembali mencatat perubahan tinggi tanaman dan jumlah daun, serta membandingkan mana tanaman yang lebih tinggi dan memiliki daun lebih banyak.

Kegiatan ini masih terus berlangsung hingga saat ini. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya belajar tentang angka dan huruf, tetapi juga belajar tentang proses ilmiah sederhana, kerja sama, kepemimpinan, tanggung jawab, observasi, pengukuran, serta kepedulian terhadap makhluk hidup. Pembelajaran yang dilakukan secara langsung dan kontekstual ini memberikan pengalaman nyata yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak. Hal ini sejalan dengan penguatan karakter dan menajaman kompetensi yang menjadi harapan pendididkan Yayasan Al Muslim khususnya PGTK diusianya yang ke 47 Tahun. SELAMAT ULANG TAHUN AL MUSLIM, SEMAKIN JAYA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *