Motivasi memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Motivasi tersebut tidak dapat terlepas dari unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur Intrinsik tersebut adalah dorongan yang berasal dari dalam diri sendiri, karena perasaan senang atau kepuasan pribadi. Siswa yang memiliki dorongan Intrinsik dalam belajar biasanya menunjukkan rasa ingin tahu, yang mana belajar karena benar-benar ingin memahami sesuatu, memiliki perasaan senang menikmati proses belajar. Sedangkan, unsur Ekstrinsik adalah dorongan yang berasal dari luar diri, seperti hadiah, nilai tinggi, pujian, atau kompetisi.
Motivasi untuk anak Usia Taman Kanak-Kanan (TK) sangat berbeda dengan orang dewasa. Di usia 4-6 tahun, anak-anak berada pada fase bermain dalam belajar. Motivasi mereka sangat dipengaruhi oleh emosi, keterlibatan sensorik (sentuhan, penglihatan, suara) dan hubungan mereka dengan orang dewasa disekitarnya. Anak usia TK secara alami memiliki rasa ingin tahu yang tinggi namun rentang perhatian mereka sangat pendek. Mereka sangat didominasi unsur Ekstrinsik yang sederhana seperti pujian, apresiasi, hadiah, atau pelukan. Mereka akan menikmati pembelajaran karena hal tersebut terasa seperti permainan yang menyenangkan.
Untuk menjaga semangat belajar siswa TK harus menggunakan metode yang bersifat belajar sambil bermain yaitu mengubah tugas menjadi tantangan seru, pemberian reward seperti penggunaan papan bintang atau stiker untuk membantu anak memahami hubungan antara usaha dan hasil, memberikan pilihan sederhana agar mereka merasa diberi kuasa atas diri sendiri, apresiasi spesifik menggunakan kalimat yang mendeskripsikan usaha mereka.
Siswa TK akan betah dan semangat belajar apabila Lingkungan aman secara emosional, mereka tidak akan takut salah. Motivasi siswa TK akan turun jika mereka dipaksa duduk diam terlalu lama, maka mereka membutuhkan keterlibatan fisik dalam pembelajaran. Kedekatan emosional dengan guru juga menjadi “bahan bakar” utama anak untuk mau mengikuti instruksi, pujian verbal dan ekspresi wajah ceria juga akan menjadi “hadiah” utama untuk mereka.
Dalam pembelajaran tahsin dan tahfizh metode Tilawati, siswa yang sudah menyelesaikan bacaan sampai halaman terakhir dan melakukan penguatan, maka akan diajukan oleh guru pengajarnya untuk mengikuti munaqosyah sebagai syarat naik jilid atau jenjang. Munaqosyah kenaikan jilid atau jenjang akan dilakukan oleh Koordinator Tilawati unit, siswa akan duduk berhadapan dengan Munaqisy dan diuji baik bacaan dan hafalannya. Apabila siswa mampu munaqosyah jilid dengan lancar, maka siswa dinyatakan selesai dan diperbolehkan untuk lanjut ke jilid atau jenjang berikutnya.
Dalam hal tersebut, PGTK Al Muslim memberikan apresiasi kepada siswa yang lulus Munaqosyah naik jilid atau jenjang dengan dibuatkan Twibbon Flyer kenaikan jilid atau jenjang dan akan diunggah pada laman media sosial unit. Twibbon flyer bentuk apresiasi tersebut juga akan diunggah secara publik pada laman media sosial dan dapat dilihat oleh ribuan pengikut.
Dari apresiasi sederhana tersebut tidak disangka ternyata mampu menambah motivasi siswa untuk semakin semangat belajar tahsin dan tahfizh. Siswa PGTK Al Muslim sangat menanti hari dimana akan diajukan oleh guru pengajarnya untuk mengikuti Munaqosyah kenaikan jilid atau jenjang, mereka akan sibuk menghitung sisa halaman untuk menyelesaikan bacaan, mereka akan semangat mengulang bacaan dirumah agar bacaannya lancar saat di sekolah, mereka akan terus bertanya kapan akan di munaqosyah. Mereka akan menyiapkan diri untuk mengikuti Munaqosyah dengan optimal

“Alhamdulillah yeay aku naik jilid, tadi aku sudah difoto!” ucap salah satu siswa yang dipenuhi rasa bahagia karena baru saja selesai Munaqosyah dan lulus naik jilid. Mereka akan dengan bangga memberitahu mama papa bahkan guru kelasnya bahwa hari ini dia mampu mengikuti Munaqosyah dan lulus naik jilid berikutnya.
Ternyata bentuk apresiasi sesederhana difoto setelah lulus Munaqosyah berdampak besar pada motivasi semangat siswa TK dalam pembelajaran tahsin dan tahfizh di sekolah.
