Meet and GreetMeet and Greet : Interaksi dengan penggemar

BEKASI – Pekik histeris dan tepuk tangan riuh seketika memecah keheningan aula Khalid bin Walid Yayasan Al Muslim menyambut kehadiran sosok anak berbakat,Jared Ali, dalam acara Meet and Greet yang digelar di Yayasan Al Muslim, Bekasi pada Kamis, 7 April 2026. Kehadiran aktor utama film Children of Heaven besutan sutradara ternama Hanung Bramantyo ini bukan sekadar untuk menyapa penggemar, melainkan untuk berbagi inspirasi mengenai pentingnya mengejar prestasi tanpa menanggalkan kewajiban sebagai pelajar.

Di usianya yang baru menginjak 11 tahun, Jared Ali telah mengukir prestasi gemilang di dunia seni peran dengan membintangi sekitar 14 judul film. Namun, di balik lampu sorot kamera dan karpet merah, Jared tetaplah seorang siswa kelas 5 SD swasta ternama di Jakarta Selatan yang rajin dan bersahaja.

Keseruan di Aula Khalid bin Walid

Acara yang berlangsung di Aula Khalid bin Walid ini tidak hanya diisi dengan bincang-bincang santai, tetapi juga dimeriahkan dengan berbagai games interaktif yang seru. Jared tampak membaur dengan para siswa saat memandu permainan yang menguji kekompakan dan keterampilan. Gelak tawa dan teriakan pemberi semangat dari para siswa membuat suasana meet and greet terasa sangat akrab dan penuh keceriaan, menghilangkan sekat antara sang bintang film dengan para penggemarnya.

Foto bersama para juara di games seru.

Menghidupkan Kembali Karya Fenomenal

Film terbaru Jared, Children of Heaven, merupakan proyek ambisius dari MD Pictures yang mengadaptasi film legendaris asal Iran karya sutradara Majid Majidi yang dirilis pada tahun 1997. Versi aslinya merupakan film berprestasi internasional yang berhasil meraih penghargaan di Montreal World Film Festival hingga menembus nominasi Oscar.

Dalam versi Indonesia ini, Hanung Bramantyo bertindak sebagai sutradara dengan skenario yang digarap oleh Oka Aurora dan Hanan Novianti. Produser Manoj Punjabi menyatakan bahwa keputusan untuk membuat remake ini adalah untuk menghidupkan kembali kisah menyentuh tersebut bagi generasi baru di Indonesia.

Perjuangan Ali dan Sepatu yang Hilang

Dalam film ini, Jared memerankan karakter Ali, seorang kakak yang berjuang bersama adiknya, Zahra. Cerita ini berfokus pada konflik emosional ketika Ali secara tidak sengaja menghilangkan sepatu milik Zahra. Karena kondisi ekonomi keluarga yang sulit, mereka sepakat untuk merahasiakan hal tersebut dari orang tua dan memilih untuk menggunakan sepatu Ali secara bergantian.

Puncak perjuangan Ali digambarkan melalui tekadnya mengikuti lomba lari demi memenangkan hadiah sepasang sepatu baru untuk adiknya. Kisah ketabahan dan kasih sayang antar saudara inilah yang membuat Children of Heaven telah sukses diadaptasi di berbagai negara seperti Singapura dan India sebelum akhirnya hadir di tanah air.

Awal Mula Menuju Layar Lebar

Perjalanan karier Jared di dunia akting dimulai sejak usia yang sangat dini, yakni 5 tahun. Bakatnya ditemukan secara tidak sengaja saat ia menemani sang kakak yang juga seorang aktor. Jared berhasil terpilih memerankan Ali setelah melalui proses seleksi yang ketat, mengingat pihak produksi sebelumnya sempat membuka audisi terbuka secara luas untuk mencari pemeran karakter ikonik Ali dan Zahra.

“Waktu itu umur lima tahun, aku belum tahu rasa malu. Sutradara kasih tahu harus begini, begitu, ya aku lakuin saja,” kenang Jared sambil tertawa saat menceritakan pengalaman pertamanya di depan kamera.

Meski tidak menempuh pendidikan formal di sekolah akting, Jared mengasah kemampuannya secara otodidak. Ia banyak belajar dari proses reading sebelum syuting, bimbingan pelatih akting (acting coach) di lokasi, serta mengamati kepiawaian aktor-aktor senior yang menjadi lawan mainnya.

Pendidikan Tetap Nomor Satu

Meski memiliki jadwal syuting yang padat, Jared dan orang tuanya berkomitmen penuh terhadap pendidikan formal. Sang Ibunda, yang akrab disapa Mami, menegaskan bahwa sekolah tetap menjadi prioritas utama bagi anak-anaknya.

“Pendidikan dan agama adalah pondasi utama. Itu sebabnya anak-anak tetap bersekolah di sekolah formal, bukan homeschooling,” ujar Mami.

Untuk menjaga keseimbangan, Jaret hanya mengambil proyek film layar lebar dan menghindari serial televisi (sinetron) yang cenderung memiliki jadwal syuting harian yang tak menentu. Selain akting, Jared juga aktif mengembangkan bakat lain melalui kursus piano, drum, hingga olahraga basket untuk menjaga kebugaran fisik.

Pesan Inspiratif untuk Generasi Muda

Kehadiran Jaret di Yayasan Al Muslim diharapkan dapat memotivasi para siswa agar berani menggali potensi diri sejak dini. Jared berpesan kepada teman-teman sebayanya agar tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita, apa pun bidang yang mereka minati.

“Jangan lupa untuk selalu berusaha, tetap semangat, dan jangan pernah patah semangat,” tutur Jared dengan penuh keyakinan.

Kisah Jared Ali membuktikan bahwa kesuksesan di usia muda bukanlah hal yang mustahil diraih tanpa harus mengorbankan masa sekolah. Dengan dukungan penuh dari keluarga, prestasi di dunia hiburan dan prestasi akademik dapat berjalan beriringan, layaknya perjuangan Ali di lintasan lari demi sebuah janji kepada adiknya. (ITry).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *