Saya seorang ibu yang memiliki dua anak di rumah, sehari-hari menjalankan rutinitas berangkat pagi menuju tempat saya bekerja dan mengaktualisasikan ilmu yang saya terima di SD Al Muslim, sekolah yang saya bersamai sejak tahun 2001 sampai dengan sekarang. Tempat tinggalku di daerah Bintara, kota Bekasi. Untuk sampai ke lokasi mengajar saya membutuhkan 19 km perjalanan kurang lebihnya. Waktu yang saya tempuh ke sekolah memiliki banyak alat transportasi diantaranya yang saya rasa nyaman adalah naik kereta api, selain cepat karena tidak ada akses macet dan membantu mengurangi polusi udara dibanding saya menggunakan kendaraan motor. Kegiatan pagi biasanya diawali jam 4 pagi. Segala sesuatunya saya pastikan terkondisikan dengan baik. Saya biasa merapikan kondisi rumah dalam keadaan bersih, terawat walau tidak ada bantuan asisten rumah tangga, tentunya membutuhkan kerjasama yang baik dari anggota keluarga saya.

Kebersihan rumah yang bersih mencerminkan kepribadian seseorang, begitulah kata-kata yang saya pernah dengar dan akhirnya menjadi prinsip dalam hidup saya. Dimulai dari diri sendiri saya peduli terhadap lingkungan rumah. Saya membiasakan rapi pada setiap sudut-sudut rumah. Penghuni rumah dibiasakan untuk rapi dalam peletakkan benda maupun peduli terhadap tanaman yang kita rawat. Rumah yang kita tempati harus dibuat nyaman dari berangkat memulai kegiatan sampai dengan kembali berkumpul di sore harinya. Contoh kecil yang saya lakukan untuk dapat ditiru anak-anak saya adalah melakukan apa yang akan di contoh, saya bukan karakter yang menghabiskan suara agar perbuatan yang saya mau bisa ditiru oleh anak-anak, contoh kecil ketika selesai makan, dan piringnya itu harus langsung  saya cuci dan rapikan kembali di rak piring begitupun saat makan snack dan pembungkusnya harus dibuang ke tempat sampah. Apa yang saya terapkan walaupun terlihat sepele, kalau dilakukan secara terus menerus tanpa bosan akan membuahkan hasil.

Berangkat menuju sekolah, yang mana tujuan saya adalah langsung ke kelas. Di awal masuk kelas baru, saya akan membuat kesepakatan kelas terutama dalam hal  kebersihan, peduli terhadap kelas yang bersih, rapi tertib dan nyaman dan juga kedisiplinan dalam setiap halnya, Peran saya sebagai guru untuk disiplin datang tepat waktu saya tunjukkan contoh yang tidak pernah terlambat, saya maksimalkan datang ke sekolah sebelum bel berbunyi. Saya memberi penjelasan ke anak-anak bahwa lokasi jarak bukanlah alasan untuk bisa datang terlambat. Saya juga dapat memberikan contoh dengan beberapa tokoh di jaman dahulu hidup dalam berbagai keterbatasan alat transportasi akomodasi lainnya namun bisa sukses karena memiliki karakter disiplin yang kuat. Di kelas tiga yang saya tempati ini adalah karakter anak-anak yang sudah masuk tahap operasional konkret yang mana juga masa peralihan dari kelas rendah ke kelas tinggi. Untuk anak kelas tiga sekolah dasar sangat saya minimalkan dengan ceramah panjang namun dengan aksi nyata, misalnya piket peduli lingkungan kelas dibagi beberapa kelompok yang bertugas menjaga kebersihan kelas dan itu harus terlibat di masing-masing anggotanya. Di kelas saya, ada tanaman hias disudut-sudut jendela yang mana potnya dari botol bekas yang berisikan air. Anak-anak memiliki jadwal siram bergilir, mereka belajar tanggung jawab, dan peduli terhadap sesama makhluk hidup. Bismillah anak-anak didikku selalu istiqomah.

Dari ceritaku ini, memotivasiku bahwa untuk menciptakan peduli lingkungan haruslah menjadi suri tauladan terlebih dahulu. Anak kelas 3 itu peniru ulung. Menyemai peduli lingkungan sejak dini tidak membutuhkan biaya besar, hanya butuh hati yang besar dan teladan yang nyata. Guru yang baik mengajarkan dengan kata-kata, tetapi guru yang hebat mengajarkan dengan perbuatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *