
Tahun ajaran baru sudah dimulai, anak anak kembali lagi masuk sekolah setelah sekian lama liburan di rumah. Tentunya banyak hal yang akan dipersiapkan sekolah dalam menyambut tahun ajaran baru ini. Salah satunya adalah mempercantik keindahan dan kerapihan sekolah.
Sekolah yang indah bukan hanya dilihat dari bangunan yang megah. Melainkan juga dari hijaunya dedaunan yang menyegarkan mata. Di SD Al muslim, keberadaan pot pot besar berisi tanaman hias di berbagai sudut dan pojok area sekolah berhasil mengisi ruang ruang kosong menjadi lebih hidup, dan menenangkan.
Anak anak diberi kepercayaan untuk dapat menjaga tanaman ini agar tidak rusak. Ada tulisan di setiap pot nya himbauan atau pesan tertulis yang berbunyi ” Perhatian ! Dimohon untuk tidak menyentuh tanaman ini”. Terima kasih. Dalam hal ini sekolah berharap anak anak dapat menjaga pot dalam tanaman sekolah ini dengan baik.
Tahukah kalian bahwa tanaman tanaman ini bukan sekedar hiasan visual, melainkan media belajar nyata bagi siswa untuk menumbuhkan rasa cinta dan peduli terhadap lingkungan sejak dini. Namun memang dibutuhkan pengawasan ekstra dalam merawat tanaman pot ini. Dan juga pengertian dan pemahaman pada siswa.
Beberapa minggu kemudian tanaman pot yang indah ini yang awalnya bagus segar dan cantik berubah menjadi tanaman yang daun daun nya mulai sedikit sedikit ada sobekan dari tangan tangan mungil siswa SD. Tanaman nya sudah tidak berdiri kokoh lagi.
Untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap tanaman hias di sekolah ini dapat dimulai melalui langkah langkah nyata sebagai berikut:
- Cara pertama satu kelas satu pot (sistem adopsi tanaman): setiap kelas dapat diberikan tanggung jawab dalam merawat pot tanaman yang berada di dekat ruang kelas mereka. Dengan memiliki tanaman angkat, siswa merasa memiliki peran langsung dan bertanggung jawab atas kelangsungan hidup tanaman tersebut.
- Membuat jadwal piket hijau: selain piket membersihkan kelas, buatlah jadwal piket khusus untuk menyiram, membersihkan daun daun kering, dan memastikan tanah di pot tetap subur dan gembur. Kegiatan sederhana ini mengajarkan kedisiplinan dan rasa empati terhadap makhluk hidup.
- Masuk dalam integrasi pembelajaran praktis: tanaman hias di pojok sekolah dapat dijadikan objek belajar langsung untuk mata pelajaran IPA dan pembelajaran karakter. Siswa diajak mengamati pertumbuhan daun, mengenali jenis tanaman, serta memahami pentingnya fotosintesis dan peran tanaman dalam menyediakan udara bersih.
- Pemahaman edukasi penanganan kebersihan pot: mengajari siswa untuk tidak membuang sampah kecil ke dalam pot hias. Pojok pot sering kali tanpa sengaja menjadi tempat pembuangan bungkus makanan, memberikan pemahaman bahwa pot adalah rumah bagi tanaman. Upaya ini akan merubah perilaku tidak baik tersebut.
- Pemberian apresiasi pojok hijau terawat: berikan penghargaan atau pujian secara berkala kepada kelas yang tanamannya tumbuh paling subur dan terawat. Langkah ini menjadi motivasi semangat dan rasa bangga pada diri siswa.
Harapannya ketika siswa terbiasa menyiram, merawat dan menjaga pot pot hias di SD Al muslim, mereka tidak hanya sedang mempercantik sekolah, tetapi juga sedang menanamkan benih kepedulian lingkungan yang akan terus tumbuh hingga mereka dewasa nanti.
Apa yang sedang sekolah upayakan dalam menciptakan sekolah yang indah dan juga terawat melalui tanaman hias yang ada di sekolah ini. Semoga akan berdampak positif pada SD Al muslim dan terus menjadi sekolah unggulan yang diminati banyak masyarakat.
_by: sari Wulan
