Guru merupakan ujung tombak dalam mencetak generasi bangsa, berperan penting dalam proses pembentukan karakter dan pengetahuan akademik murid. Pun dengan hal-hal yang berkaitan dengan sikap sosial antar sesama manusia, dengan kata lain guru berperan sebagai misioner yang memanusiakan manusia. Sampai kapanpun waktu berputar guru tidak pernah kekal eksistensinya dalam pendidikan, selama manusia bereproduksi maka dengan itu guru akan selalu dibutuhkan sebagai sumber rujukan ilmu.
Seorang guru ataupun pendidik bukan berarti melekat pada pengajar-pengajar yang memberikan pengetahuannya kepada murid di sekolah, namun sejatinya di lingkungan sosial juga memungkinkan untuk menjadi guru. Hal demikian memiliki arti yaitu guru tidak mengenal tata letak, formal maupun non formal sama saja. Selagi memberikan ilmunya secara ikhlas pengetahuan umum maupun agama, maka pahala akan selalu menyertainya. Dalam tulisan kali ini penulis akan mendeskripsikan bagaimana seorang guru berperan dalam memberikan penyadaran terhadap lingkungan yang dikategorikan oleh tiga aspek…
Tradisi
Kenapa tradisi diangkat sebagai aspek yang amat penting dalam proses penyadaran?, dikarenakan kita sebagai insan yang menjunjung tinggi nilai pancasila, yang mana poin-poin pancasila tidak bisa terlepas dari unsur kebudayaan dan tradisi leluhur. Hal demikian juga amat penting untuk dijadikan prinsip dalam menyadarkan murid mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Kenapa demikian?, tradisi yang baik dan bermakna akan memberikan suatu penyadaran mendalam dengan nilai-nilai historisnya.
Sebagai seorang guru sangat perlu memberikan ilmu dan dikaitkan dengan nilai-nilai ketradisian dan kebudayaan, jikan pengetahuan terkini di korelasikan dengan pengetahuan leluhur maka esensi pembelajaran bermakna akan diperoleh murid itu sendiri. Tentu saja guru memiliki pengalaman pribadi terkait kiat-kiat kebaikan entah dari orang tua maupun dari tetua terdahulu, hal inilah yang perlu dikaitkan dengan pembelajaran akan pentingnya mencintai dan menjaga lingkungan sekitar.
Sebelum menuju pengimplementasian kepedulian murid, terlebih dahulu perlu adanya rasa tanggung jawab dan pemahaman akan dampak dari perilaku pengabaian lingkungan, pun dengan seorang guru harus membudayakan langsung di depan murid atas segala sesuatu yang diajarkannya. Hal ini sangatlah krusial dan apabila tidak adanya keseriusan dan ketulusan dari guru kepada murid jangan berharap akan mendapatkan hasil yang memuaskan.
Manusia hidup karena budaya, manusia berpikir karena budaya, manusia berperilaku karena budaya. Apalagi yang berkaitan dengan rasa kepedulian terhadap lingkungan, hal ini sangat erat kaitannya dengan tradisi yang mana konsep tradisi harus ditanamkan sejak dini, apabila tidak demikian maka kedepan apabila ada perusakan alam manusia akan acuh dan menganggap hal demikian biasa saja dan tidak bertolak belakang dengan hati nurani. Alangkah baiknya apabila murid-murid kita bisa menghargai tradisi dan mencintai lingkungan yang berlandaskan kebudayaan.
Teknologi
Teknologi juga sangat berperan penting dalam proses pembelajaran dan penyadaran pada murid mengenai kepedulian terhadap lingkungan sekitar, kita sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan manusia lain, begitupun dengan teknologi yang sangat berkontribusi pada proses pekerjaan manusia. Teknologi selalu dimanfaatkan dalam berbagai aspek dan kebutuhan baik itu di bidang kesehatan, pekerjaan, dan yang paling sering bersentuhan dengan kebutuhan penulis yaitu pada bidang pendidikan.
Penyadaran yang bersumber dari teknologi yang digunakan oleh guru dalam memberikan pemahaman kepada murid merupakan bentuk pembelajaran yang inovatif dan sebagai bentuk kreativitas guru. Murid yang menjadi output pembelajaran juga perlu memanfaatkan teknologi untuk mencari referensi bagaimana cara peduli kepada lingkungan sekitar sejak dini dan tentunya sembari didampingi oleh guru. hal ini tidak dapat dilepaskan dan kebutuhan antar keduanya saling berkaitan dan bermanfaat antar satu dengan yang lainnya.
Bagaimana apabila kita sebagai manusia komunal mengharamkan teknologi dalam proses kehidupan kita, mungkin yang akan terjadi adalah ketertinggalan pengetahuan dan ketertinggalan zaman. Maka dari itu teknologi sudah menjadi dari kebutuhan primer manusia era kini, di luar sana peran teknologi bahkan sudah menggantikan tugas manusia banyak sekali contohnya mulai dari dunia industri maupun dari dunia kesehatan.
Manusia dengan teknologi tidak bisa terpisahkan, apalagi berbicara mengenai lingkungan banyak sekali inovasi yang dapat digunakan untuk memanfaatkan kekayaan bumi untuk kemaslahatan manusia, dalam artian walaupun demikian manusia tidak boleh serakah dengan kekayaan bumi melainkan hanya menggunakannya sesuai dengan kebutuhannya. Sehingga anak cucu kita nanti bisa menikmati sekaligus peduli terhadap lingkungan, hal ini sangat amat penting ditanamkan kepada manusia dewasa maupun anak-anak.
Bumi
Bumi adalah tempat kita tinggal, tempat kita melakukan aktivitas apapun itu bentuknya. Sudah selayaknya sebagai manusia yang beradab kita memperlakukan bumi dengan sebaik-baiknya. Dengan banyaknya kerusakan alam yang disebabkan oleh keserakahan manusia menyebabkan kerugian kepada tumbuhan, binatang, dan bahkan manusia itu sendiri. Tidak ada ceritanya alam yang merusak manusia namun sebaliknya manusialah yang menjadi penjahat utama alam itu sendiri, sudah berapa banyak alam yang menjadi korban dari ulah manusia.
Dimanapun kita berada yang namanya menjaga bumi harus menjadi kewajiban baik itu di rumah, masyarakat, dan maupun disekolah. Menjaga lingkungan bukan hanya sekedar menanam pohon atau tidak menebang pohon, melainkan dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak mencemari lingkungan, dan tidak mencemari udara merupakan bentuk nyata berkontribusi dalam kepedulian lingkungan. Tumbuhan adalah makhluk hidup sama dengan halnya manusia maka sudah seharusnya manusia mengerti akan tanggung jawabnya.
Peduli lingkungan pun bukan terpaku pada di lingkungan saja, melainkan dalam proses pedagogis di kelas pun menjadi hal yang sangat penting. Kita sebagai pedagog memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman dan penyadaran dari tingkat paling mendasar kepada seluruh murid. Bagaimana apabila kita sebagai pedagog bersikap acuh dan bahkan memberikan contoh tidak peduli kepada lingkungan, maka tidak menutup kemungkinan murid akan mengikuti kita dan memberikan pembelaan yang mengacu pada perbuatan kita.
Selaras dengan mata pelajaran pancasila bahwasanya kita sebagai manusia harus saling menjaga, peduli, bertanggung jawab antar sesama manusia maupun kepada makhluk lainnya. Maka dari itu amat penting pembahasan ini dibuat untuk menjadikan gambaran nyata sebagai acuan untuk menjadikan penyadaran mendasar mengenai pentingnya melindungi lingkungan. Tentu tidak bisa mempengaruhi seluruh manusia untuk menyepakati opini penulis, mungkin hanya beberapa saja, namun diharapkan ada hati yang terketuk sehingga bisa menularkan kebaikan kepada orang lain sehingga menjadi suatu ilmu jariah yang bermanfaat bagi orang lain.
Penulis: M.Aris
