Bahasa yang Menginspirasi, Reklame yang Mengedukasi

Suasana ruang kelas 6 Thoriq SD Al Musim pagi itu terasa sangat hangat dan dipenuhi antusiasme. Matahari bersinar cerah menembus jendela, menyinari papan tulis yang telah dihiasai dengan berbagai poster dan brosur berwarna-warni.
Hari itu bu Ari memulai pembelajaran Seni Budaya dengan materi yang sangat menarik, yaitu tentang reklame. Dengan senyum ramah Bu Ari menjelaskan konsep dasar reklame kepada siswa.” Anak-anakku yang sholeh dan sholehah reklame adalah media atau alat yang digunakan untuk menyampaikan informasi, menawarkan, mempromosikan, atau memperkenalkan suatu barang, jasa, ide, maupun program kepada masyarakat luas menggunakan gambar dan kata-kata yang menarik. Ada bermacam- macam jenis rekalme yang perlu kita ketahuai”, jelas bu Ari.
Setelah menjelaskan tentang reklame dan jenis – jenisnya serta menunjukkan beberapa contoh gambar reklame dari tayangan TV smart tentang reklame komersial dan non komersial , bu Ari memberikan pengumuman mengenai tugas proyek individu untuk membuat reklame komersial dan non komersial , kelas menjadi riuh penuh kegembiraan. ” Untuk mengasah pemaham secara langsung, hari ini kita akan membuat proyek menggambar reklame komersial dan non komersial supaya kalian lebih paham perbedaannya, “kata bu Ari.
Setelah penjelasan Bu Ari selesai tentang Langkah – Langkah membuat reklame , para siswa diberi waktu untuk merapikan meja dan mengeluarkan snack dan minuman yang dibawa dari rumah. Thania dengan bangga mengeluarkan snack donat yang diberi toping es krim yang dipersiapkan mamanya dari rumah, dan Maritza mengeluarkan Mochi ciw yang dipersiapkan dari rumah juga. Mereka saling pandang dan bertegur sapa dengan ceria memamerkan snack favorit masing – masing yang siap dibuat gambar reklame.
Thania segera mengambil secarik kertas buram dan mulai untuk merancang gambar draf sketsa awal untuk ide iklannya . Dalam benaknya maritza ingin gambar iklannya sangat fantastids dan menggelegar agar semua orang tergiur membeli. Ia membayangkan orang yang memakan donat tersebut dapat terbang melayang di angkasa bagaikan sang peri. Di bawah gambar itu Thania menuliskan slogan “Donat Es Krim: Sekali Gigit, Terasa Terbang ke Angkasa “. Begitupun dengan Maritza, tak mau kalah hebohnya dalam membuat iklan. Tampak pula di bawah gambar tertulus slogan
“Mochi – ciw …. Sekali Makan Bikin Nagih “.
Maritza yang kebetulan melirik ke arah draf sketsa tulisan slogan yang dibuat Thania. Dengan sikap yang lembut dan sopan Maritza mencoba mengingatkan temannya tentang pesan penting yang di sampaikan Bu Ari sebelumnya. “Thania ide gambarmu sangat bagus tapi apakah benar kalau makan sekali gigit bisa terbang melayang di angkasa”. Thania terdiam sejenak dan menatap Maritza. Maritza melanjutkan dengan senyum, “Kalau kita menggambar dan menuliskan hal untuk reklame kan harus jujur, tidak boleh berbohong. “Oh, iya aku ingat “kata Thania. Akhirnya Thania mengganti kalimat itu menjadi “Setiap gigitan menghadirkan perpaduan rasa manis, lembut, dan dingin yang membuat ingin terus menikmatinya”. Thania menghela napas lega dan merasa bersyukur karena memiliki teman yang mau mengingatkannya dalam kebaikan.
Akhirnya Thania dan Maritsa membuat gambar reklame di kertas karton yang sudah di siapkan oleh Bu Ari. Saat memasuki tahap penyelesaian akhir , suasana kelas tampak tenang dan penuh konsentrasi. Dengan cermat dan penuh kesabaran anak-anak mewarnai gambar reklame yang mereka buat. Tak lupa anak-anak mempertegas tulisan slogan menggunakan spidol hitam agar terlihat jelas dan mudah dibaca.
Hari presentasi tiba, Maritza mendapat urutan pertama dalam mempresentasikan gambarnya. kemudian satu persatu anak-anak tampil untuk mempresentasikan karyanya. Tak lupa tepuk tangan yang meriah setiap selesai siswa presentasi. Bu Ari tersenyum gembira dan memberikan apresiasi yang tinggi atas karya reklame muridnya tersebut. “Masya Allah luar biasa sekali belajar kita hari ini, reklame yang anak-anak buat sangat menarik , rapi dan indah secara estetika visual, tetapi yang paling berharga adalah nilai kejujuran di dalamnya. Kamu menggambarkan keunggulan produk apa adanya sesuai kenyataan tanpa rekayasa berlebihan. Inilah contoh reklame visual yang beretika , bernialai ibadah,dan meneladani sifat jujur Rasulullah “.

