Bulan Ramadan senantiasa menjadi momen istimewa di lingkungan pendidikan. Bukan sekadar menghadirkan nuansa religius yang kuat saja, Ramadan juga menjadi saat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik. Di SMP Al Muslim, Ramadhan dimaknai sebagai madrasah karakter, tempat siswa belajar membentuk kepribadian yang berakhlak mulia melalui pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Puasa mengajarkan banyak nilai penting dalam kehidupan, seperti kesabaran, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, maupun kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang terus dihidupkan selama proses belajar di bulan Ramadan di Al Muslim. Proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas saja, namun juga melalui pembiasaan sikap, interaksi sosial, dan kegiatan keagamaan yang dirancang secara terpadu dan terarah.
Dalam proses ini, peran guru menjadi sangat penting. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi role model atau teladan dalam bertingkah laku dan bertutur kata. Sikap sabar, santun, dan penuh empati yang ditunjukkan guru selama Ramadan menjadi pembelajaran nyata bagi peserta didik. Keteladanan tersebut membuat nilai-nilai akhlak lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh siswa.
Sebagai bentuk nyata madrasah karakter di bulan Ramadhan, SMP Al Muslim menyelenggarakan kegiatan KARIM (Pekan Santri Al Muslim) yang dilaksanakan selama sepekan. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran spiritual dan karakter yang dirancang untuk membiasakan peserta didik menjalani nilai-nilai keislaman secara utuh dan aplikatif. Melalui Pekan Santri Al Muslim, siswa tidak hanya belajar tentang agama, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang berakhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Berbagai kegiatan dihadirkan dalam rangkaian KARIM, seperti tadarus dan menghafal Al-Qur’an, pembiasaan ibadah, kajian keislaman, refleksi makna puasa, serta kegiatan kepedulian sosial. Guru hadir sebagai pendamping dan pembimbing, memastikan setiap aktivitas tidak hanya dijalani secara formal semata, namun juga bisa dipahami maknanya. Interaksi yang hangat bersahabat antara guru dan siswa selama Pekan Santri menciptakan iklim belajar yang religius sekaligus menyenangkan.
Puncak kegiatan KARIM dilaksanakan pada hari terakhir dengan agenda menginap bersama di sekolah yang diikuti oleh seluruh siswa dan guru. Dalam suasana kebersamaan tersebut, dilaksanakan buka puasa bersama, salat tarawih berjamaah dan sahur bersama. Momen ini bukan sekadar kegiatan seremonial belaka, melainkan pengalaman spiritual yang membekas bagi peserta didik. Melalui kebersamaan dalam kegiatan buka puasa bersama, ibadah malam dan santap sahur, siswa belajar tentang ukhuwah, kemandirian, tanggung jawab, serta mempererat hubungan dengan guru di luar suasana formal kelas. Kegiatan ini juga menumbuhkan rasa persaudaraan dan kekompakan, sekaligus memperdalam pemaknaan bahwa Ramadan adalah momentum memperbaiki diri secara bersama-sama.
Dalam kebersamaan yang sederhana itu, terjalinlah berbagai kenangan dan nilai-nilai kehidupan yang kelak akan mereka ingat, bukan hanya sebagai pengalaman sekolah, tetapi sebagai bagian dari proses tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia.
Melalui kegiatan KARIM, SMP Al Muslim tak hanya menyelenggarakan rangkaian aktivitas Ramadan, tapi juga membangun ruang tumbuh bagi karakter peserta didik. Ramadan menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai yang tidak hanya dipelajari, tetapi juga dirasakan dan dijalani bersama.
Peran guru sebagai teladan, pendamping, dan pembimbing menjadikan setiap kegiatan memiliki makna yang lebih dalam. Keteladanan yang ditunjukkan, kebersamaan yang terjalin indah, serta pengalaman spiritual yang dialami selama sepekan menjadi bekal yang sangat bernilai bagi peserta didik dalam perjalanan hidup mereka kelak.
Pada akhirnya, Ramadan di Al Muslim bukan sekadar agenda tahunan, melainkan proses pembentukan jiwa dan pembiasaan karakter. Dari ruang kelas hingga malam kebersamaan dalam tarawih dan sahur, terselip pelajaran tentang kesabaran, kepedulian, dan keikhlasan. Nilai-nilai itulah yang diharapkan terus hidup, bahkan setelah bulan suci berlalu.



