Lembaga pendidikan yang sudah 47 tahun berdiri ini menyimpan banyak cerita bagi saya. Sebagai seorang guru ngaji yang mengajar di yayasan al muslim, tugas saya di yayasan ini mungkin terlihat biasa saja di mata beberapa orang. Mengajari siswa membaca Al-Qur’an–memperbaiki bacaan dan menerapkan kaidah tajwidnya dengan baik. Namun saya punya harapan dari situ, saya sedang berusaha membantu mereka mencintai kitab suci umat islam dan menanamkan nilai-nilainya sebagai pedoman hidup mereka kelak. Setiap huruf Al-Qur’an yang siswa baca dan ayat-ayat yang mereka hafalkan, dan setiap kebiasaan baik yang berusaha kami teladankan kelak dapat menjadi bekal hidup mereka sampai akhir hayatnya.

Saya bergabung di yayasan ini untuk mengajar pada tahun 2014 lalu, artinya sudah kurang lebih 12 tahun saya mengabdikan diri disini. Saya melihat banyak perubahan dan perkembangan yang signifikan. Ketika dulunya kegiatan belajar mengaji dilakukan dengan sarana yang terbatas. Seiring berjalannya waktu, yayasan ini terus berkembang—baik dari segi fasilitas ataupun kualitas pendidikan yang diberikan. Memasuki era digital, belajar mengaji terintregitas dengan teknologi. Kami turut serta berkembang didalamnya.

Salah satu yang membuat saya merasa bersyukur dan bangga adalah bahwa di tengah perkembangan tersebut, yayasan al muslim tetap menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam. Dibuktikan dengan menjadikan pembelajaran mengaji dengan metode Tilawati sebagai salah satu program unggulan yayasan. Disini anak-anak tidak hanya belajar ilmu pengetahuan dan kepemimpinan tetapi juga diajarkan untuk mencintai Al-Qur’an. Bagi saya, moment yang begitu membahagiakan adalah ketika siswa yang dahulu masih kesulitan bahkan terbata-bata membaca huruf hijaiyah akhirnya dengan usaha yang sungguh-sungguh mereka mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Hal  seperti itulah yang membuat saya merasa bersyukur bahwa mengajar Al-Qur’an di yayasan ini tentunya menjadi sebuah amanah yang perlu saya jaga.

Perjalanan empat dekade lebih yayasan al muslim tentunya tidak terlepas dari peran besar banyak pihak di dalamnya. Hingga saat ini, yayasan al muslim mampu bertahan dan tetap berdiri kokoh meskipun diluar sana banyak sekali gempuran lembaga pendidikan baru yang bermunculan di sekitarnya. Namun peringatan 47 tahun ini bukan hanya untuk menunjukkan eksistensi sebuah yayasan pendidikan. Tetapi menjadikan kematangan dalam menyesuaikan diri untuk menunjukkan kualitas pendidikan masa depan yang lebih baik lagi.

Harapan saya, di masa depan yayasan al muslim dapat terus mencetak generasi muslim yang tidak hanya cerdas akademiknya saja, tetapi juga mampu membentuk karakter muslim yang kuat iman islamnya, baik akhlaknya dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya. Lulusan Al muslim nantinya dapat menjadi generasi yang menjadikan ilmu sebagai jalan untuk berbuat kebaikan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan. Seperti visi yang ingin diwujudkan yayasan al muslim menjadi lembaga pendidikan yang menghasilkan generasi muslim sebagai khalifatullah fil ardl  yang abdillah  dan rahmatan lil alamin.

Sebagai bagian kecil dari perjalanan yayasan ini, saya merasa bersyukur dapat turut bersumbangsih dalam mewujudkan visi tersebut. Semoga dari hal baik yang siswa dapatkan dan mereka amalkan kelak, menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi civitas yayasan al muslim yang terlibat di dalamnya. Berjayalah terus yayasan al muslim, usia yang patut disyukuri, 47 tahun.

By Kurnia Reknaningsih, S.Pd.

Guru Tahsin Metode Tilawati dan Tahfizh Yayasan Al Muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *