Pernahkah kalian merasa kalau punya media sosial saja tidak cukup untuk memamerkan karya? Entah itu tulisan esai yang menumpuk di Google Drive, desain grafis yang cuma berakhir di galeri HP, atau ide bisnis sampingan yang bingung mau dipajang di mana. Kalau jawaban kalian adalah “iya”, maka kalian tidak sendirian.

Sabtu, 24 Januari 2026, suasana di kampus STMIK Al Muslim tampak berbeda dari biasanya. Bukan riuh karena ujian mendadak, melainkan penuh dengan bunyi ketikan keyboard yang ritmis dan wajah-wajah serius tapi antusias di depan layar laptop. Ternyata, para mahasiswa sedang mengikuti pelatihan intensif pembuatan website menggunakan WordPress.

Kolaborasi Mahasiswa dan Dosen: Transfer Ilmu yang Seru

Pelatihan ini menjadi spesial karena narasumbernya adalah para dosen STMIK Al Muslim sendiri yang memang ahli di bidang teknologi informasi. Berbeda dengan suasana kelas yang tegang, di sini para dosen memposisikan diri sebagai mentor sekaligus teman diskusi.

“Kami ingin mahasiswa STMIK Al Muslim tidak hanya jago di teori, tapi punya bukti nyata berupa aset digital,” ujar salah satu dosen narasumber di sela-sela materi. Beliau menekankan bahwa WordPress dipilih karena platform ini adalah jalan pintas paling efektif untuk memiliki website profesional tanpa harus pusing dengan barisan kode yang rumit.

Kenapa Harus WordPress? Bukannya Ribet?

Mungkin bayangan pertama kalian saat mendengar kata “membuat website” adalah barisan kode berwarna-warni atau coding yang bikin sakit kepala. Itulah alasan utama mengapa WordPress diperkenalkan dalam pelatihan ini.

WordPress adalah platform Content Management System (CMS) yang sangat ramah pemula. Ibarat bermain LEGO, kalian tinggal menyusun balok-balok fitur yang sudah tersedia. Para dosen membimbing mahasiswa dari nol, membuktikan bahwa membangun “rumah digital” itu bisa dilakukan hanya dengan klik-klik saja, selama kita tahu logika dasarnya.

“Digital Presence”: Senjata Rahasia Mahasiswa Masa Kini

Salah satu poin penting yang ditekankan narasumber adalah soal Digital Presence. Di era sekarang, CV berbentuk kertas saja sudah mulai ketinggalan zaman. Bayangkan saat kalian melamar magang atau kerja nanti, lalu kalian mencantumkan link website pribadi yang berisi portofolio rapi selama berkuliah di STMIK Al Muslim. Wah, nilai plusnya pasti tinggi banget!

Selain untuk portofolio, memiliki website sendiri memberikan kebebasan penuh. Di Instagram, kita dibatasi oleh algoritma. Di website sendiri? Kalian adalah bosnya. Mau buat blog tentang riset teknologi, memajang galeri proyek pemrograman, atau bahkan jualan produk kreatif, semuanya bisa dilakukan di WordPress.

Keseruan Selama Pelatihan: Dari Bingung Jadi “Bisa”

Suasana pelatihan berlangsung sangat cair. Para mahasiswa STMIK Al Muslim diajak langsung mempraktikkan langkah demi langkah:

  • Instalasi & Pengenalan Dashboard: Awalnya banyak yang bingung melihat banyaknya menu. Tapi setelah dijelaskan dosen bahwa dashboard ini adalah “dapur” tempat kita memasak konten, semua mulai paham.
  • Memilih Tema: Ini adalah bagian paling lama sekaligus paling seru. Memilih tampilan website ibarat memilih baju. Ada yang ingin tampil minimalis, ada yang ingin penuh warna.
  • Memasang Plugin: Peserta diajari cara menambah “kekuatan gaib” ke website mereka, seperti fitur keamanan hingga formulir kontak otomatis.
  • Optimasi Konten: Bukan cuma soal tampilan, dosen juga memberikan tips SEO (Search Engine Optimization) agar website buatan mahasiswa ini nantinya mudah ditemukan di Google.

Salah satu mahasiswa, terlihat bangga saat halaman depan websitenya selesai. “Saya kira bakal pusing sama bahasa pemrograman. Ternyata seru banget, saya saya senang ketika membuat web profesional bisa selesai dalam hitungan jam,” ujarnya.

Bukan Sekadar Skill, Tapi Investasi

Bagi mahasiswa STMIK Al Muslim, pelatihan ini adalah investasi jangka panjang. Dunia kerja sangat menghargai literasi digital. Dengan menguasai WordPress, mahasiswa punya peluang side-hustle baru, seperti menjadi jasa pembuat website untuk UMKM atau pengelola konten digital.

Selain itu, belajar WordPress secara tidak langsung melatih logika berpikir dan kreativitas. Kita belajar bagaimana menyusun navigasi agar pengunjung tidak tersesat dan bagaimana menyajikan informasi secara efektif kepada publik.

Mulai Saja Dulu!

Para mahasiswa sangat betah dengan kegiatan ini bahkan enggan pulang meskipun acara sudah selesai. Masing-masing mahasiswa pulang dengan satu alamat website yang sudah live. Meski mungkin isinya masih sederhana, ada rasa bangga yang terpancar karena mereka sudah selangkah lebih maju dalam penguasaan teknologi.

Pesan untuk teman-teman yang belum sempat ikut: jangan menunggu ada pelatihan formal untuk mulai belajar. Manfaatkan fasilitas kampus dan bimbingan para dosen untuk terus bereksplorasi.

Jadi, kapan kalian mau mulai membangun rumah digital sendiri? Segera gabung kegiatan UKM Digitalent Club STMIK Al Muslim. (ITry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *