Perjalanan pendidikan  tidak hanya mengenai tentang guru dan siswa adanya ruang kelas, buku pelajaran dan juga nilai raport. Ia terus bergerak, bertumbuh, dan bertransformasi mengikuti zaman. Bagi saya, perjalanan itu adalah kisah hidup yang tumbuh bersama waktu. Kisah dimana bagaimana sebuah sekolah mampu membentuk karakter, menanamkan nilai  dan mengarahkan menuju masa depan. Semua itu saya rasakan dari menjadi salah satu siswa di Yayasan Al Muslim hingga sekarang saya menjadi bagian dari pendidik di dalamnya. Al Muslim bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi tempat tumbuhnya nila harapan dan mimpi. 
Dengan visinya yang selalu saya ingat yaitu mencetak generasi emas rahmatan lil alamin, Yayasan Al Muslim terus berupaya menghadirkan pendidikan yang secara akademik unggul namun tetap kuat dalam karakter dan kepedulian sosial. Saat menjadi siswa pada masa itu, nilai tersebut sudah terasa dalam setiap kegiatan belajar. Kami dibimbing untuk menjadi pribadi yang berprestasi itu sudah pasti yang selalu membawa kebermanfaatan lingkungan sekitar. Nilai kebaikan bersama, kebersamaan dan tanggung jawab secara konsisten melalui pembiasaan sehari-hari disekolah. 

Pada masa itu, proses belajar masih sederhana adanya papan tulis, buku tulis, dan metode penjelasan langsung dari guru menjadi bagian dari keseharian. Guru- guru menghadirkan kegiatan yang menarik yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan berkeinginan untuk terus berkembang. 

Ditambah dengan nilai-nilai keislaman yang terus dibiasakan dengan adanya kegiatan rutin seperti sholat dhuha, tadarus, sholat berjamaah, dzikir dan doa bersama, serta pembiasaan akhlak lainnya yang bukan cuma sekedar rutinitas biasa, ini menjadi bekal awal proses pembentukan karakter baik dan membangun disiplin spiritual. 
Ada juga pembelajarannya Leadership, pembelajaran yang banyak siswa yang menyukainya termasuk saya,  karena pembelajaran ini tidak harus menghitung dan menghafal apalagi mencatat. Pembelajaran Leadership menurut saya belajar bagaimana anak hidup dan menjadi bekal dimasa depan dimana sebelum dia terjun di masyarakat ada bekal menjadi pemimpin dan setiap orang akan menjadi pemimpin tak hanya untuk orang lain namun untuk dirinya sendiri. Sebelum kita mengenal orang lain kita mengenal diri sendiri, mengenal pencipta kita dan mengenal orang lain, kemudian bagaimana cara kita berkomunikasi yang baik dan benar, menyatu dengan orang lain, terus berproses belajar, mengatur semua hal, belajar membuat keputusan sederhana, hingga kita bisa bekerja sama dalam kelompok agar kita sebagai siswa sudah bisa mengambil peran dan berkontribusi secara positif di lingkungan sekitar. 
Yang tidak kalah penting adalah pembelajaran Green education yang mana di Al Muslim sendiri lingkungannya hijau, asri dan nyaman menjadi tempat belajar yang menyenangkan dan sebagai sarana menumbuhkan rasa cinta terhadap alam. Peduli tentang alam, belajar cara menanam, merawat hingga memanen hasil tanaman, menjaga kebersihan kelas dan halaman hingga menggunakan sumber daya dengan bijak.

Seiring berjalannya waktu, Al Muslim terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Ketika saya kembali ke sekolah sebagai seorang guru, saya melihat transformasi yang luar biasa. Pembelajaran mulai memanfaatkan teknologi digital, media kreatif serta berbagai perangkat pembelajaran modern, setiap siswa menggunakan alat belajar yakni tab, bekerja sama dengan Samsung untuk terus meningkatkan inovasi pembelajaran berbasis digital  dan ini penanda keseriusan sekolah dalam mempersiapkan generasi masa depan yang mampu beradaptasi dan bersaing ditingkat global. 

Sebagai guru yang juga seorang siswa di Al Muslim, saya memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan nilai-nilai yang telah saya terima. Saya berusaha menghadirkan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan dan bermakna dengan memadukan pengalaman masa lalu dan kebutuhan masa kini. Teknologi pun dimanfaatkan sebagai sarana meningkatkan literasi, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Pendekatan humanis, pembentukan karakter dan penguatan spiritual tetap menjadi prioritas utama dalam setiap proses pembelajaran. 

Refleksi perjalanan puluhan tahun Al Muslim menjadi pengingat pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan komitmen dan inovasi berkelanjutan. Menuju “Al Muslim Emas” berarti terus bergerak maju tanpa melupakan nilai dasar yang telah menguatkan langkah awal. Harapannya generasi yang lahir di sekolah ini tak hanya unggul secara akademik, namun juga memiliki kepedulian sosial, kesadaran lingkungan, kebermanfaatan, dan mampu pemimpin yang bijak.

Menurut saya, perjalanan saya sebagai siswa hingga menjadi guru adalah bukti bahwa pendidikan mampu mengubah arah kehidupan seseorang, Dengan semangat kebersamaan, doa, tekad yang kuat. Al Muslim akan tetap menjadi tempat tumbuhnya generasi yang rahmatan lil alamin dan terus mengembangkan teknologi dan menjadi generasi membawa kebaikan, memberi manfaat dan menjadi cahaya bagi lingkungan sekitarnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *