Cara Mengunci Hapalan Biar Tidak Kabur

Hapalan 1 juz, 2 juz 3 juz dan seterusnya , ditambah hapalannya kuat, tidak cepat hilang dan bisa menjawab lanjutan ayat saat munaqosyah itu luar biasa. Rahasianya Cuma satu yaitu “ Murojaah”

Muroojaah Itu Kayak Cas HP

HP sekeren atau semahal apapun kalau tidak di-cas ya..mati tidak bisa digunakan, termasuk hapalan, sekuat dan sebanyak apapun hapalan yang kita punya kalau tidak di murojaah ya pasti lupa dan hilang. Pembiasaan murojaah bisa dilakukan di rumah atau di sekolah, di rumah bisa dilakukan saat  sholat 5 waktu saat bacaan surat-surat atau murojaah sebelum tilawah dan di sekolah bisa dilakukan saat sebelum memulai pembelajaran, habis sholat dhuha atau setelah setoran. Murojaah bisa dilakukan setiap 5 menit sebanyak 1 halaman tapi rutin,. Karena murojaah tidak meminta waktu lama, cuma minta disapa tiap hari.

Sedikit-sedikit, Lama-lama Nempel

Banyak yang gagal menjaga hapalan karena menunggu “Mood” atau menunggu waktu luang 1 jam. Padahal musuh hapalan itu bukan sibuk. Musuhnya adalah jeda waktu terlalu lama

Rasulullah bersabda “ Jagalah Al-Qur’an demi jiwaku ditangan-Nya, ia lebih cepat lepas daripada unta dari ikatannya “ (HR. Bukhori Muslim)

Jadi rumusnya : Rutin-Durasi. Lebih baik murojaah 10 menit tiap hari daripada 2 jam tapi sebulan sekali. Yang baik adalah murojaah 10 menit tapi rutin dilakukan tiap hari karena dengan begitu hapalan yang sudah di hapal akan nempel dan lengket tidak mudah lepas

Murojaah bareng , hapalan jadi kenceng

Kenapa hapalan kita harus sering di murojaah secara bersama-sama ? karena kalau sendiri banyak alasannya, misalnya : ngantuk, capek , “nanti aja” banyak PR danlain sebagainya tapi kalau bareng teman, kita malu kalau tidak siap dan termotivasi kalau teman kita semangat murojaah atau menghapalnya.

Setoran ke Ustdaz/ustadzah itu wajib, tapi murojaah ke teman itu bikin hapalan kita terkunci. Saling simak, saling tebak sambung ayat. Yang lupa ditimpuk pakai doa bukan dijauhin. Disitu ukhuwah kebentuk, hapalan juga aman.

Murojaah Bukti Cinta, Bukan Beban

Allah sudah memilih kita untuk menjadi penghapal kalamnya di dada. Murojaah itu bilang ke Allah “ Ya Allah, aku serius jaga titipanMu. “ Dan Allah tidak pernah pelit membalas. Yang rajin murojaah, lisannya dijaga dari ghibah, hatinya tentram pas lagi ada masalah dan jalannya dimudahkan saat lagi ada kesulitan. Jadi untuk murojaah tidak perlu menunggu 30 juz tapi saat punya hapalan walaupun belum 1 juz itu yang di murojaah.

Berbagai cara membagi waktu untuk murojaah

Waktu naga = sambil nunggu, lagi antri, gerak, lagi nunggu jemputan, antri di kantin, jalan ke kelas dan masih banyak waktu-waktu kosong yang bisa digunakan untuk murojaah

Teman murojaah : cari 1 teman buat saling simak 5 menit sehari, tidak ada teman yang mau diajak murojaah bisa menggunakan Voice Note lewat hp dan didengarkan sendiri, sambil mengoreksi jika ada hapalan yang terlewat

Sholat 5 waktu memakai bacaan surat yang sudah dihapal : bacaan sholat pakai surat yang sudah di hapal bergantian dan terus dilakukan sebanyak hapalan yang kita punya, selain dapat pahala, hapalan juga terjaga

Kalau tidak mau hapalannya hilang atau kabur, kita harus murojaah setiap hari. Karena kita bukan cuma mau jadi hafidz/hafidzoh diatas kertas tapi kita mau jadi hafidz/hafidzoh yang Al-Qurannya hidup di dada sampai dibawa mati.

“ Murojaah tidak buat kamu sibuk tapi murojaah buat kita sibuk sama hal yang benar”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *