Resolusi Teknologi yang sangat pesat membuat dunia pendidikan semakin terus berbedah, begitu juga Yayasan Al Muslim. Salah satu langkah dalam menghadapi tantangan tersebut adalah adopsi teknologi menggunakan device 1:1 pada proses pembelajaran. Apa yang membuat Yayasan Al Muslim memutuskan mengembangkan teknologi Digital, selain menjadi sekolah Digital dengan ekosistem Digislamic, juga mengenalkan teknologi sebagai salah satu alat untuk mencapai tujuan dalam pembelajaran dan membantu memudahkan dalam proses pembelajaran. Seiring berjalannya waktu, berbagai tantangan yang ada tidak menjadi beban namun menjadi satu pijakan untuk sebuah inovasi yang futuristik, kita sering membuat daftar resolusi, yang terkadang tidak tercapai karena waktu. Namun bagi saya sebagai pendidik yang memiliki dedikasi pada sekolah, terus mengembangkan diri walau pada awalnya sulit, hal itu juga menjadi perhatian Yayasan Al Muslim tentang bagaimana cara mempercepat adopsi teknologi pada guru. Sebagai salah satu sekolah Digital yang mendapat predikat Samsung Digital Lighthouse School (SDLS ) pertama di Bekasi, tentunya tidak mudah untuk melakukan adopsi teknologi bagi guru contohnya diri saya sendiri, namun sebagai pendidik sudah seharusnya berkembang dan beradaptasi secara profesional dan merupakan satu titik balik dalam diri mau terus maju atau menyerah kalah. Selama mengikuti berbagai bootcamp mulai dari bootcamp pimpinan dan guru banyak hal yang saya dapati. Satu langkah nyata untuk menjadi Agent of Change di lingkungan sekolah. Hampir satu tahun SDLS sudah dijalankan di Yayasan Al Muslim. Pengalaman pertama kali dikenalkan tentang adopsi teknologi mobile melalui SDLS yang diawali dengan inagurasi pada tanggal 22 Januari 2025, membuat saya mulai bertumbuh dan melakukan praktik baik yang dimulai dari proses pembelajaran di kelas.
Adopsi teknologi yang diharapkan adalah proses pembelajaran menggunakan teknologi, salah satunya adalah tablet samsung galaxy S10 plus. Dengan menggunakan tablet tersebut sebagai guru saya dapat melakukan berbagai praktik baik untuk murid dikelas. Mulai dari pembelajaran kolaborasi menggunakan google works peace sampai dengan membuat catatan digital dan membuat media pembelajaran inovatif.
Mengapa percepatan teknologi yang terjadi merupakan satu tantangan klasik bagi saya untuk menghasilkan inovasi yang futuristik, dengan membuat karya orisinal dan mandiri. Membuat gambar menarik menggunaka AI yang ada digalaxy tab S10 plus, membuat media dan catatan digital tersebut tidak mudah, saya perlu berlatih terus menerus hingga mencapai apa yang saya harapkan. Salah satu karya dari praktik baik saya terpilih oleh tim Samsung sehingga saya dapat mewakili showcase teacher pada kegiatan inagurasi Yayasan Al Muslim yang dihadiri oleh kabid, Pengawas, Ketua pengurus, pembina,perwakilan kemendikdasmen, pengawas kabupaten Bekasi, Team SEAO dan Team SEIN, Aisa Oceania. Semua berawal dari tantangan predikat SDLS tersebut saya semakin giat berlatih sehingga menghasilkan banyak karya yang bermanfaat bagi pembelajaran di kelas dan merupakan praktik baik untuk dibagikan kepada murid maupun teman sejawat. Salah satu kesempatan yang saya peroleh juga ketika diundang sebagai narasumber di pertemuan perwakilan SEIN dan SEAO, serta Malaysia di Digihub.


Yayasan Al Muslim memaparkan praktik baik dikelas. Semua perlu perjuangan dan terus rajin mengupgrade kemampuan melalui Samsung Learning Hub saya belajar secara mandiri, bahkan mengikuti kursusnya satu persatu di waktu libur, biasanya di hari minggu atau sepulang dari sekolah. Mengapa saya melakukan hal tersebut, karena banyak fakta dilapangan dan tantangan yang saya hadapi dalam proses pembelajaran di kelas adalah :
- Atensi murid yang mudah terdistraksi, sehingga saya perlu membuat materi ajar yang bisa diulang terus menerus.
- Materi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. mereka adalah gen z yang lebih banyak mandiri dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta lebih cepat mengakses teknologi.
Seperti nasehat sahabat Ali bin Abi Tholib “Didiklah anak sesuai dengan zamannya karena mereka hidup di zamannya bukan zamanmu” Mengakomodir Pembelajaran Bermakna.



Dari hasil belajar dan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan tim Samsung bersama Savvy saya dapat menyemangati diri untuk lebih inovatif. Contoh praktik baik yang saya lakukan adalah membuat modul catatan digital.
Adapun langkahnya adalah sebagai berikut:
- Membuat sudah membuat layout di samsung note, dan sudah tersimpan di platform Digislamic sebagai konten pembelajaran untuk anak anak belajar. Cara mendesain : menggambar 3d pada samsung note dengan sketch to image, agar dapat memvisualkan siklus hidup kupu-kupu, materi sumber daya alam ataupun materi gaya.
- Hasil dari samsung note kemudian saya record dengan screen recorder menjadi video pembelajaran, bahkan menjadi juara 1 pada lomba HGN 2025 kategori manajemen.
- Tambahan third party apps dengan teknologi AR untuk visualisasi dalam situasi nyata, dengan Assemblr Edu membuat belajar lebih menyenangkan.

Dari latihan terus menerus karya terbaik ada di Samsung Learning Hub, serta alhamdulillah saya juga dapat dijadikan salah satu narasumber di google pada event earphone for education pada hari Rabu, 15 Oktober 2025 bertempat di Google Indonesia.

Nah sekarang mau tunggu apalagi, mau menunggu ujian /tantangan itu sekedar menjadi ujian dan pemberat diri atau merubah tantangan itu sebagai salah satu jembatan membuat inovasi yang lebih futuristik, semua bergantung pada diri kita sendiri karena semangat dalam belajar itu ada pada diri kita. Tetap semangat murid -murid di Yayasan Al Muslim khususnya SD Al Muslim dan seluruh rekan -rekan guru di lingkungan Yayasan Al Muslim untuk terus berkarya dan berinovasi.
Blog Guru : https://sites.google.com/almuslim.sch.id/ruangbelajaripas/my-profil
