Pagi itu murid-murid PG TK Al Muslim hendak berbaris dan ikrar di halamaan kebun sekolah bersama Bu Guru. Ada salah satu dari mereka menghampiri kebun tanaman kacang hijau dan melihat ada ulat yang sedang memakan daun. Karena ia berteriak … sehingga teman-teman yang lain pun menghapiri tanaman kacang hijau.
“Ada ulat”.. kok ulatnya seperti itu?.. Bu Guru menjawab itu namanya ulat keket. Hayoo kita berbaris dan ikrar terlebih dahulu… setelah ikrar, kita akan melihat dan mengamati kembali.
Setelah ikrar selesai, seorang murid menghampiri ulat itu kembali. Baiklah jika teman-teman ingin mengetahui lebih jelas lagi, bagaimana kalau kita akan mencoba mengamati di dalam kelas?… waah… seru.. kita lihat ulat di dalam kelas. Kemudian Bu Guru mengambilkan tempat wadah bening.
Setelah itu Bu Guru mengajak anak-anak untuk mengamati dengan hati-hati.
“Ini adalah ulat keket, salah satu ciptaan Allah. Kita boleh melihat dan belajar, tapi tidak boleh menyakitinya,” pesan Bu Guru.
Murid-murid memperhatikan bentuk, warna tubuh ulat, jumlah kaki, cara bergeraknya, bagian-bagian ulat, dan tempat hidupnya. Mereka belajar sains sederhana dengan mengamati makhluk hidup secara langsung.
“Ulatnya suka daun, Bu,” kata salah satu anak.
“Betul, ada yang tau alasannya kenapa ulat suka daun? Salah seorang menjawab karena daun adalah makanannya. Murid yang lain bertanya.. bagaimana kalau ulatnya diberi makan snack?… jangan.. ulat kan tidak makan snack, jawab murid yang lainnya.
Setelah berdiskusi, Bu Guru mengajak anak-anak memelihara ulat keket di kelas. Dengan hati-hati, ulat keket dipindahkan ke dalam wadah bening yang sudah diberi daun segar dan lubang udara. Murid-murid sangat antusias sekali mengamati pergerakan ulat yang lambat, dan memakan daun secara perlahan sekali.
Di kelas, murid-murid belajar untuk bertanggung jawab. Setiap hari mereka bergantian memberi daun segar, membersihkan wadah, dan mengamati perubahan pada ulat keket.
Bu Guru menjelaskan bahwa makhluk hidup perlu dirawat dengan baik agar bisa tumbuh sehat. Hal ini menunjukkan perkembangan sikap empati dan peduli.
Murid-murid juga belajar tentang Green Education, yaitu menjaga lingkungan dan tidak merusak tanaman di kebun ataupun di taman. Mereka mengerti bahwa alam harus dirawat agar semua makhluk hidup bisa hidup dengan nyaman.
Selama proeses memelihara, murid-murid menceritakan kembali hasil pengamatannya secara lisan dan menggambar. Kegiatan ini mengembangkan kemampuan berbahasa dan literasi awal.
Selain itu murid-murid membuat kreasi bentuk ulat menggunakan barang bekas seperti tutup botol, pom pom, tisu, sedotan, karton asturo dan lem. Hasil karya mereka dipajang di kelas dengan bangga.
Mereka tidak hanya mengenal ulat keket, tetapi mereka juga belajar mengamati, berkreasi, dan menyayangi ciptaan Allah.

