
Berbicara literasi setiap orang selalu berfikir “ membaca , membuat cerita atau mengarang “. Ternyata di era saat ini makna literasi begitu luas . Terlepas dari apa itu literasi yang pasti setiap orang yang membekali dirinya dengan berbagai macam literasi akan menjadi orang yang lebih bijak dan tenang dalam menghapi persoalan. Pada umumnya literasi selalu dikaitkan dengan bulan Bahasa . Bualan Bahasa mengingatkan kita tentang para pemuda era tahun 1928 yang terkenal dengan sumpahnya. Dengan kecerdasannya dan kesetiaaan terhadap bangsa ini mereka mengikat janji setia yaitu “ Menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi, berpikir, dan berkarya.
Literasi tidak hanya didominasi oleh satu mata pelajaran saja yaitu Bahasa Indonesia. Di era saat ini literasi juga bisa diterapkan pada yang lain termasuk PAI. Kita hilangkan paradikma lama yang menganggap mata pelajaran PAI hanya mengajarkan hafalan doa ,sholat ,puasa zakat dan haji yang tampak seperti ritual saja. Ketahuilah agama lebih mengedepankan karakter dari pada ritualnya. Sehingga setiap manusia memiliki akhlak yang mulia, termasuk rasa sayang dan hormat kepada keluarga. Untuk menggabungkan semangat literasi dan nilai keagamaan, Guru memberikan tugas karya yang menarik untuk siswa kelas 4 SD. Tugasnya sederhana tetapi berkesan: menulis cerita berjudul “Cerita Terindah Bersama Keluarga” menggunakan media digital seperti Samsung Note atau Canva. Sesuai dengan ITP 4.3.1.1 : Menjelaskan pentingnya sikap menghargai terhadap orang tua ,keluarga dan guru sebagai bagian akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui tugas ini, Pembelajaran PAI tentang Materi “ Menjelaskan pentingnya sikap hormat terhadap orang tua keluarga dan guru dalam kehidupan sehari-hari “ siswa diajak belajar mengekspresikan perasaan mereka lewat tulisan. Menulis cerita tentang keluarga untuk membantu anak-anak mengingat kembali momen manis, seperti saat shalat berjamaah bersama Ayah dan Ibu, mengaji di rumah, atau sekadar makan malam dan mengobrol bersama. sebagai bagian rasa syukur (tasyakur), menyayangi keluarga, dan berbakti kepada orang tua (birrul walidain) tertuang secara apa adanya dalam setiap bait cerita yang mereka tulis berdasarkan pengalaman mereka masing-masing.

Penggunaan media teknologi seperti Samsung Note dan Canva membuat kegiatan literasi menjadi jauh lebih menyenangkan. Siswa tidak hanya menulis kata demi kata, tetapi juga bisa menghias hasil karyanya dengan warna-warni, stiker yang lucu, hingga foto kenangan bersama keluarga. Dengan Canva, anak-anak belajar menata tata letak gambar dan tulisan agar terlihat rapi dan indah. Kegiatan ini melatih kreativitas sekaligus membuat mereka makin bersemangat untuk membaca kembali karya yang sudah dibuat.
Kegiatan seperti ini membuktikan bahwa budaya literasi bisa dibangun dengan cara yang tidak membosankan. Ketika anak-anak membiasakan diri membaca dan menulis dengan bahasa Indonesia yang baik, mereka sedang melanjutkan semangat para pemuda pendahulu kita. Membaca dan menulis membantu mereka memahami ilmu agama dengan lebih baik, sekaligus memperluas wawasan mereka sebagai anak bangsa.
Semoga melalui pembelajaran PAI yang kreatif ini, anak-anak tidak hanya makin mahir berbahasa Indonesia dan terbiasa berliterasi, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia serta makin mencintai keluarganya. Mari terus dukung anak-anak kita untuk rajin membaca, kreatif menulis, dan bangga menggunakan bahasa persatuan kita!
Dengan pembelajaran ini membuktikan bahwa literasi bukan semata berbicara pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Literasi ternyata sangat luas meliputi berbagai macam sudut pandang, misal tentang teknologi maka ada istilah literasi teknologi, berbicara lingkungan ada istilah literasi ekologi, ada literasi visual, literasi sosial dan masih banyak yang lain Dalam hal ini saya mencoba memunculkan tentang literasi keluarga dalam pembelajaran PAI bersama peserta didik untuk menggugah Kembali momen-momen terindah Bersama kelaurga agar tercipta kebersamaan dengan mengingat peristiwa terindah yang pernah ada dalam keluarga masing masing. Dengan literasi ini, guru juga dapat mengetahui hal-hal baik siswa dalam keluarga sebagai bahan untuk menciptakan kolaborasi bersama orang tua peserta didik dalam mendidik putra-putri mereka . Pada titik yang lebih penting guru mendapatkan informasi yang tidak kalah penting yaitu tentang “ Kemampuan orang tua dalam mendidik & komunikasi di keluarga . dengan karya-karya tentang cerita siswa Bersama keluarga juga bisa dijadikan acuan guru BK untuk mendeteksi kondisi keluarga masing-masing siswa.
