Setiap hari, kita sering mendapati gagasan-gagasan siswa yang dipenuhi rasa ingin tahu terhadap pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan yang berfungsi sebagai jembatan kehidupan untuk menciptakan harapan bagi bangsa. Gagasan-gagasan yang mereka usulkan menjadi modal literasi mereka untuk berkolaborasi dalam masyarakat ketika mereka sudah dewasa nanti. Literasi bukan hanya sekadar kemampuan untuk memahami suatu masalah, melainkan siswa juga harus menganalisis permasalahan tersebut dan mengaitkannya dengan contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari. 

Di Indonesia, kemampuan literasi digital siswa dari tingkat SD hingga perguruan tinggi mengalami kemajuan yang cukup signifikan, di mana pemerintah meluncurkan beragam program yang menitikberatkan pada empat aspek, yaitu: budaya digital, etika digital, keterampilan digital, dan keamanan digital. Setiap aspek tersebut disampaikan secara komprehensif melalui pelatihan yang diadakan di beberapa daerah yang belum sepenuhnya memahami program-program ini, yang biasa kita sebut daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). 

Di sekolah tempat saya mengajar, hampir semua fasilitas pendidikan sudah menerapkan digitalisasi. Misalnya, untuk pembelajaran dari SD hingga SMK, siswa telah menggunakan tablet dalam kegiatan belajar mereka. Sebagian guru juga telah menggunakan tablet untuk proses pengajaran di kelas. Selain itu, para guru mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan teknologi yang mengajarkan keterampilan dasar penggunaan tablet untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di kelas. Dari pelatihan yang sudah dilakukan beberapa kali, guru memperoleh pemahaman dan keterampilan baru mengenai penggunaan tablet, di antaranya mencatat materi, membuat video pembelajaran dengan aplikasi Google, serta keterampilan lainnya yang masih dapat dikembangkan oleh guru. 

Di dalam kelas, beberapa siswa memiliki kreativitas dalam memanfaatkan tablet mereka, salah satunya dengan menghasilkan ilustrasi yang menarik menggunakan aplikasi pada tablet. Produk dari ilustrasi yang mereka ciptakan bisa dipamerkan sebagai karya digital. Selain ilustrasi, siswa juga dapat menghasilkan video sederhana di tablet dengan memanfaatkan fitur perekam layar yang terdapat pada tablet masing-masing. 

Dalam pembelajaran matematika, literasi dapat dikaitkan dengan numerasi karena keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Contohnya, saat saya mengajar di kelas, siswa diminta untuk membuat karya digital di tablet mereka masing-masing, yaitu menciptakan komik digital menggunakan Canva, Notes, atau Ibis Paint berdasarkan materi tentang pecahan senilai dan menyederhanakan pecahan. Sebelum mereka mulai membuat karya tersebut, saya memperlihatkan contoh karya digital di layar televisi. 

Setelah mendapatkan penjelasan dari saya, siswa mulai mengerjakan karya digital mereka di tablet masing-masing. Saya memberi kebebasan kepada siswa untuk berkreasi semaksimal mungkin dalam mendesain karya mereka guna menumbuhkan kreativitas dalam diri mereka. Sambil mereka mendesain karya digital, saya menanyakan kepada mereka tentang aspek-aspek yang belum mereka pahami terkait materi yang diajarkan. Berikut adalah beberapa hasil desain yang mereka buat selama tugas tersebut dilaksanakan:

Siswa ternyata mampu memproduksi karya digital dengan kreativitas mereka masing-masing di mana dengan menciptakan karya digital ini, akan berkembang pemahaman siswa mengenai literasi dan numerasi mereka + kemampuan kreativitas mereka juga akan menginjakkan langkah yang lebih baik di masa depan. Oleh karena itu, guru juga dapat mendukung siswa untuk bisa mengembangkan keterampilan mereka yang akan menjadi modal untuk masa depan mereka nantinya. 

Pada akhirnya, literasi tidak sekadar sebatas membaca dan menulis, tetapi mencakup lebih dari itu. Melalui pembelajaran yang hidup, siswa diajarkan untuk merayakan perbedaan dan sekaligus menguatkan tali persatuan sebagai satu bangsa. Di sini, budaya literasi berkembang menjadi pondasi yang kuat, memastikan bahwa ide, harapan, dan identitas bersama akan terus dipelihara dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui kekuatan kata-kata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *