Masa remaja adalah fase transisi yang penuh gejolak. Di usia ini, seorang anak mulai mencari jati diri, mempertanyakan nilai-nilai, dan terpapar pada arus informasi yang begitu deras. Tanpa fondasi spiritual yang kuat, anak remaja mulai kehilangan arah. Di sinilah pentingnya interaksi mendalam dengan Al Qur’an, bukan sekedar membaca huruf nya, melainkan memahami maknanya melalui pembelajaran tarjamah. Di sekolah Al Muslim siswa siswa yang sudah menyelesaikan munaqasyah Al Qur’an akan lanjut ke tahap pembelajaran tarjamah dengan metode buku Al Hisan.
Bagi sebagian besar anak-anak, membaca Al Qur’an sering kali menjadi rutinitas tanpa makna karena kendala bahasa. Ketika mereka tidak memahami apa yang mereka baca, pesan-pesan Allah terasa jauh dan abstrak. Belajar tarjamah Al Qur’an mengubah hubungan tersebut dari sekedar kewajiban menjadi dialog spiritual. Dengan memahami arti setiap kata, siswa siswi dapat menemukan jawaban atas kegelisahan hidup, etika pergaulan, hingga motivasi untuk mengejar masa depan langsung dari sumbernya.
Belajar tarjamah dengan metode buku Al Hisan sangat cocok dengan karakter remaja milenial dan gen Z. Berbeda dengan pembelajaran bahasa arab klasik yang mengharuskan murid menghafal ratusan tashrif (perubahan kata) di awal, Metode Al Hisan menggunakan pendekatan dedukatif atau berbasis pola. Di dalam buku Al Hisan memprioritaskan kosakata yang paling sering muncul dalam Al-Qur’an. Karena dengan kita mengusai kosakata sekitar 300-500 kosakata dasar yang sering berulang, siswa siswi sebenarnya sudah bisa memahami hampir 70% isi Al Qur’an.
Menjadikan siswa-siswi yang mampu menerjemahkan Al-Qur’an bukan lagi sebuah mimpi yang mustahil. Dengan metode buku Al Hisan ini membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, bahasa Al Qur’an bisa di pelajari dengan cara yang mudah, seru dan menyenangkan. Al Qur’an tidak lagi menjadi kitab yang asing, melainkan menjadi sahabat perjalanan yang membimbing setiap langkah mereka. Kita perlu mendukung pemanfaatan metode ini agar generasi muda kita tidak hanya bisa membaca Al Qur’an, tapi juga mampu meresapi makna di dalam Al Qur’an.

