Banjir bukan hanya soal genangan air yang merusak bangunan, tetapi juga tentang krisis air bersih yang menghantui kesehatan masyarakat. Di wilayah seperti Bekasi, air sisa banjir sering kali tercemar lumpur dan bakteri berbahaya seperti Aeromonas hydrophila yang memicu penyakit kulit hingga diare.

Melihat keresahan ini, tim Adhikara dari SMA Al Muslim, Bekasi, yang beranggotakan Aryasatya Syandana, Bimo Giri, dan Adi Wijaya, menciptakan sebuah inovasi alat filtrasi dan sterilisasi air otomatis.

Teknologi Mandiri Energi Salah satu tantangan utama saat banjir adalah pemadaman listrik oleh PLN untuk alasan keamanan. Menjawab hal tersebut, alat ini dirancang sepenuhnya menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Panel surya menangkap energi matahari dan menyimpannya dalam baterai untuk mengoperasikan seluruh sistem, mulai dari pompa hingga sensor-sensor pintar.

Proses Pemurnian Bertingkat, Alat ini bekerja melalui beberapa tahap canggih untuk memastikan air benar-benar aman:

  1. Koagulasi & Flokulasi: Menggunakan senyawa khusus untuk mengendapkan kotoran dan lumpur yang sangat halus.
  2. Filtrasi Reverse Osmosis (RO): Air disaring melalui membran dengan pori-pori tingkat nanometer yang efektif menurunkan kadar logam terlarut (TDS).
  3. Sterilisasi Termal dengan Pemanas Induksi: Ini adalah bagian paling unik. Air dipanaskan menggunakan teknologi induksi hingga suhu 95°C selama 2 menit. Proses ini terbukti secara laboratorium mampu mematikan koloni bakteri patogen yang masih tersisa.

Hasil yang Membanggakan Melalui pengujian yang dilakukan di laboratorium sekolah, alat ini menunjukkan hasil yang luar biasa. Air banjir yang awalnya sangat keruh berhasil diubah menjadi jernih dengan parameter kualitas (seperti pH dan TDS) yang memenuhi standar Permenkes RI No. 2 Tahun 2023 tentang persyaratan kualitas air minum.

Inovasi ini membuktikan bahwa keterbatasan di tengah bencana dapat diatasi dengan teknologi yang ramah lingkungan dan tepat guna. Semoga kedepannya, alat ini dapat dikembangkan dalam skala yang lebih besar untuk membantu masyarakat Indonesia yang terdampak bencana banjir.


Karya ini disusun oleh Tim Adhikara bersama untuk kompetisi Mechanical Fair Universitas Gadjah Mada 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *